Rugi Membengkak, Amman (AMMN) Barharap mulai Ekspor Konsentrat di Kuartal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menargetkan izin ekspor konsentrat terbit pada kuartal akhir tahun ini dengan masa berlaku enam bulan. Sedangkan kinerja keuangan perseroan hingga September 2025 masih lanjutkan penurunan signifikan akibat penghentian izin ekspor konsentrat bersamaan dengan kerusakan smelter.
Amman (AMMN) mencatatkan penurunan penjualan bersih sebanyak 78% menjadi US$ 545 juta hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,49 miliar. Begitu juga dengan EBITDA anjlok dari US$ 1,47 miliar menjadi US$ 279 juta. Penurunan tersebut membuat rugi periode berjalan US$ 175,05 juta, dibandingkan laba periode berjalan periode sama tahun lalu US$ 719,67 juta.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Izin Ekspor Konsetrat Tembaga Amman Mineral (AMMN) Sudah Terbit
Dirut AMMN Arief Sidarto mengatakan, sejak awal tahun 2025, perseroan hanya diizinkan mengekspor produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, bukan lagi dalam bentuk konsentrat seperti pada 2024. Perubahan ini berdampak pada penurunan penjualan bersih menjadi US$ 545 juta hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 2,49 miliar.
Dari total tersebut, ungkap dia, penjualan katoda tembaga menyumbang sekitar US$ 389 juta sejak kuartal II tahun ini. Sedangkan penjualan emas murni yang mulai berjalan pada kuartal III berkontribusi sekitar US$ 155 juta. Sementara itu, sekitar US$ 1 juta berasal dari penyesuaian harga akhir dan volume atas penjualan konsentrat di tahun 2024.
“Perseroan saat ini tengah memproses perizinan ekspor konsentrat. Setelah izin tersebut diperoleh, Amman akan memiliki fleksibilitas untuk menjual baik konsentrat maupun produk logam jadi,” tulisnya dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Sahkan Arief Sidarto Jadi Dirut Menggantikan Alexander Ramlie, Intip Profilnya
Terkait tahun 2026, dia mengatakan, kegiatan penambangan diperkirakan menghasilkan sekitar 900.000 metrik ton konsentrat kering, yang mengandung 485 juta pon (setara 220.000 ton) tembaga dan 579.000 ons emas. Dari jumlah tersebut, sekitar 500.000 metrik ton konsentrat kering akan berasal dari pabrik konsentrator yang sudah beroperasi. Sementara itu, sekitar 400.000 metrik ton diperkirakan berasal dari pabrik konsentrator baru.
Sedangkan perbaikan fasilitas smelter perseroan diperkirakan rampung pada semester I-2026 diikuti dengan proses ramp-up yang secara bertahap sepanjang tahun tersebut. “Pada tahap ini, perusahaan belum dapat memberikan panduan produksi untuk katoda tembaga dan emas murni tahun 2026, karena fokus masih diarahkan untuk mencapai stabilitas kinerja smelter,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, AMMN tengah merampungkan sejumlah proyek ekspansi utama, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), regasifikasi LNG, serta perluasan pabrik konsentrator. Progress proyek berjalan sesuai target. Kedua proyek tersebut diperkirakan mulai beroperasi tahun depan dengan harapan berkontribusi terhadap efisiensi energi, kapasitas pengolahan, serta daya saing jangka panjang AMMAN.

