Pemulihan NIM Mandiri (BMRI) Terbuka, Rekomendasi Ini Diberikan Sejumlan Analis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dinilai masih memiliki prospek menarik pada periode mendatang, seiring potensi pemulihan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Bahkan, BMRI menjadi satu dari beberapa saham bank dengan pilihan menarik.
Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 5.100 per saham. Target harga tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 14,1% dari level saat ini. Rekomendasi beli saham ini juga datang dari BRI Danareksa Sekuritas dan Panin Sekuritas, bahkan BMRI tetap menjadi pilihan saham dari sektor bank.
Baca Juga
Bakal 'Buyback' Saham Rp 1,17 Triliun, Bank Mandiri (BMRI) Masih Cari Waktu
Dalam riset terkini, analis Samuel Sekuritas Brandon Boediman dan Prasetya Gunadi menyebutkan bahwa kinerja BMRI hingga kuartal III-2025 tetap solid, sehingga estimasi laba bersih tahun ini tidak mengalami perubahan. Pemulihan NIM diperkirakan mulai terlihat pada kuartal berikutnya, seiring penurunan biaya dana (Cost of Fund/CoF) serta rasio pencadangan yang kuat. “Dengan kondisi likuiditas yang sehat dan penurunan CoF, pemulihan margin diperkirakan dapat mengimbangi tekanan dari perlambatan pertumbuhan kredit,” tulis riset tersebut.
Meski demikian, BMRI masih menghadapi sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor, seperti kemungkinan pemulihan ekonomi yang lebih lambat yang dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). Tekanan lanjutan terhadap NIM, pertumbuhan kredit yang lebih lambat dari proyeksi, maupun kenaikan biaya pencadangan juga dapat mempengaruhi kinerja BMRI ke depan.
Dengan mempertimbangkan kinerja perbankan yang defensif dan momentum pemulihan margin, Samuel Sekuritas menilai BMRI tetap menjadi salah satu pilihan menarik di sektor perbankan pada fase pasar saat ini. Saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.100.
Rekomendasi Beli
Pandangan positif terhadap prospek saham BMRI juga datang dari tim riset Panin Sekuritas. Saham BMRI direkomendasikan beli dengan target Rp 5.800 yang mengimplikasikan PB sebanyak 1,8 kali di 2026. Rekomendasi ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan industri, kualitas kredit yang relatif terjaga, serta) ruang pertumbuhan CASA yang akan didorong oleh ekspansi yang agresif dari digital ecosystem melalui Livin dan Kopra.
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 5.000. Target harga tersebut menggambarkan realisasi kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2025 sudah sesuai dengan estimasi. Sedangkan fokus pemantauan ke depan mencakup pengelolaan opex dan kualitas aset segmen wholesale menjelang akhir tahun.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun sepanjang Januari–September 2025, turun 10% secara tahunan (yoy). Realisasi laba tersebut mencapai 74% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas dan 75% dari konsensus, sehingga dinilai masih sejalan dengan target kinerja tahun penuh.
Sebaliknya net interest margin (NIM) BMRI turun ke level 4,89%, dari kuartal sebelumnya 5,11%. Tekanan utama berasal dari biaya dana (Cost of Fund/CoF) yang masih tinggi di 2,43%, atau naik 20 basis poin secara tahunan, walaupun menunjukkan tanda perbaikan belakangan ini. Cost of Credit (CoC) tercatat 0,73%, masih berada di bawah target manajemen yang direvisi ke kisaran 0,8–1,0%.
Dari sisi kualitas kredit, segmen korporasi dan komersial menunjukkan perbaikan dengan penurunan NPL masing-masing 3 bps dan 28 bps secara kuartalan. Namun, segmen SME, mikro & payroll, serta konsumer justru mencatat kenaikan NPL masing-masing 2 bps, 30 bps, dan 13 bps. Perseroan memperkirakan momentum pemulihan segmen ritel baru akan terlihat pada kuartal IV-2025.

