Bagikan

Green Power (LABA) Akhirnya Berbalik Untung Rp 6,51 Miliar, Penjualan Melesat  

JAKARTA, investortrust.id – PT Green Power Group Tbk (LABA) mencatatkan kinerja keuangan impresif hingga akhir kuartal III-2025. Emiten energi hijau tersebut berhasil membalikkan posisi rugi menjadi laba bersih sebesar Rp 6,51 miliar, dibandingkan rugi Rp 5,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Torehkan laba tersebut sejalan dengan lompatan penjualan, penjualan LABA melonjak signifikan menjadi Rp 31,30 miliar pada Januari–September 2025, atau naik lebih dari enam kali lipat dibandingkan Rp 4,83 miliar pada kuartal III-2024. Sementara itu, beban pokok penjualan mencapai Rp 12,19 miliar, menghasilkan laba kotor Rp 19,10 miliar.

Baca Juga

Uji Tuntas Rampung, Green Power (LABA) Bersama Mitranya Ungkap Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)  

Kenaikan penjualan ini diikuti dengan peningkatan efisiensi operasional. Beban usaha hanya naik moderat menjadi Rp 12,36 miliar, terdiri dari beban penjualan Rp 739 juta dan beban umum dan administrasi Rp 11,62 miliar. Dengan demikian, laba usaha melonjak tajam menjadi Rp 6,75 miliar, berbalik positif dari rugi usaha Rp 5,72 triliun tahun sebelumnya.

Alhasil, laba sebelum pajak mencapai Rp 6,51 miliar dan menjadi angka yang sama untuk laba setelah pajak, karena tidak ada beban pajak yang tercatat dalam periode ini. Sedangkan total laba komprehensif berjalan mencapai Rp 54,32 miliar, jauh membaik dibandingkan rugi Rp 5,93 miliar pada kuartal III-2024.

Baca Juga

Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800

Green Power (LABA) sebelumnya telah menuntaskan akuisisi sebanyak 65% saham PT Aceh Mineral Abadi. Aksi tersebut bagian dari penguatan posisi hulu bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).  “Kami sampaikan bahwa perseroan telah menyelesaikan akuisisi 65% saham Aceh Mineral pada 3 September 2025. Akuisisi ini bertujuan untuk mengambankan sumber daya hulu strategis dan menempatkan diri pada posisi penting dalam rantai pasok bahan baku utama baterai kendaraan listrik,” tulis Dirut LABA  An Shaohong.

Dia menambahkan bahwa akuisisi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi LABA melalui penguatan akses terhadap sumber daya mineral strategis sebagai bahan baku rantai pasok baterai kendaraan listrik. Perseroan juga telah menuntaskan akuisisi sebanyak 282,87 miliar atau 17% saham PT Bangun Karya Perkasa Tbk (KRYA). Aksi ini menjadikan LABA sebagai perusahaan yang teraffiliasi dengan pengendali saham KRYA.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024