AS-China Capai Kesepakatan Dagang, Pasar Kripto Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengungkapkan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai ‘kemajuan substansial’ dalam penyusunan kerangka kesepakatan dagang baru. Pernyataan itu memicu optimisme investor dan mendorong reli di pasar kripto awal pekan ini.
Ia mengatakan, kesepakatan tersebut kemungkinan besar akan menghapus ancaman tarif tambahan sebesar 100% yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober lalu.
“Presiden Trump memberi saya daya tawar besar dengan ancaman tarif 100% pada 1 November. Dan saya percaya kami telah mencapai kerangka yang sangat substansial yang akan menghindari itu, serta membuka ruang untuk membahas banyak hal lain dengan pihak China,” ujarnya dilansir dari CoinTelegraph, Senin (27/10/2025).
Baca Juga
Analis Prediksi Harga Bitcoin (BTC) akan 'Bullish' dalam Waktu Dekat, Berikut Alasannya
Pernyataan Bessent mencuat usai beberapa pekan terakhir terjadi pelonggaran tensi perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Puncaknya, Presiden Trump mengonfirmasi rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 31 Oktober mendatang.
Sebelumnya, Trump sempat menegaskan tidak melihat alasan untuk bertemu dengan perwakilan China, memicu kekhawatiran investor akan kembalinya perang dagang berkepanjangan. Namun, perkembangan terbaru ini mengubah arah sentimen pasar.
Kabar positif dari Washington dan Beijing itu disambut antusias oleh komunita kripto. Harga Bitcoin (BTC) naik 1,8% menjadi US$ 114.838, Ethereum (ETH) melonja 3,6% ke US$ 4.202, dan Solana (SOL) menguat 3,7% ke US$ 203,84.
Seperti diketahui, pasar aset digital sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik dan perdagangan global. Ketika tensi meningkat, aset berisiko seperti kripto cenderung terkoreksi. Hal itu terlihat ketika pengumuman Trump soal tarif 100% pada 11 Oktober lalu yang memicu kejatuhan pasa kripto, dengan sejumlah token anjlok hingga 99% dalam 24 jam.
Baca Juga
Standard Chartered Prediksi Bitcoin Bisa Jatuh di Bawah US$ 100.000, Namun Hanya Sementara
Penasihat di perusahaan investasi Bitwise Jeff Park menilai perkembangan terbaru ini menjadi katalis positif besar. “Berita kesepakatan dagang ini bisa mendorong harga Bitcoin dan ema mencetak rekor tertinggi baru,” katanya.
Sementara, investor sekaligus analis Anthony Pompliano memperkirakan akan terjadi volatilitas tinggi di pasar keuangan pekan ini. “Harga aset bisa gila-gilaan minggu ini jika kesepakatan dagang AS-China benar-benar diumumkan dan The Fed memutuskan memangkas suku bunga. Bersiaplah,” ucapnya.
Terlepas dari itu, melirik data CoinMarketCap, Senin (27/10/2025), harga Bitcoin mengalami penurunan 0,30% dalam satu jam terakhir menjadi US$ 115.063 pada pukul 10.13 WIB. Sementara dalam 24 jam terakhir Bitcoin menguat 3,22%, dan dalam seminggu terakhir menguat 5,83%. Market cap Bitcoin sendiri saat ini sebesar US$ 2,29 triliun.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

