Dharma Satya Nusantara (DSNG) Raih Gold Star Award di Investortrust ESG Awards 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berhasil meraih Gold Star Award untuk kategori Medium Cap dalam ajang bergengsi Investortrust ESG Awards 2025. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi keberlanjutan di sektor agribisnis dan menunjukkan komitmen tinggi terhadap prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Ajang Investortrust ESG Awards 2025 tahun ini menobatkan 49 perusahaan penerima penghargaan dengan total 51 trofi di berbagai kategori. Penghargaan ini menjadi barometer komitmen korporasi terhadap keberlanjutan serta dorongan bagi dunia usaha untuk memperkuat praktik tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Baca Juga
Laba Dharma Satya (DSNG) Tumbuh 80% di Semester I-2025 Berkat Kuatnya Harga dan Volume CPO
Ketua Dewan Juri, Prof Roy Sembel, Guru Besar IPMI International Business School, memimpin proses penilaian yang melibatkan para pakar ESG berkompeten. Dewan juri juga terdiri atas Prof Sidharta Utama (Guru Besar FEB Universitas Indonesia), Amir Abadi Yusuf (Chairman RSM Indonesia), dan Primus Dorimulu (CEO Investortrust.id).
Melalui ajang ini, Investortrust.id berupaya mendorong transformasi bisnis menuju ekonomi hijau sekaligus memperkuat peran korporasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Pencapaian DSNG di ranah ESG sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Hingga akhir September 2025, perseroan membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun, meningkat 51% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh efisiensi operasional dan kenaikan harga jual produk sawit.
Baca Juga
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa peningkatan laba merupakan hasil dari perbaikan average selling price (ASP) produk kelapa sawit dan efisiensi di seluruh lini bisnis. “Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun atau naik 51%, seiring dengan peningkatan harga rata-rata penjualan produk sawit dan efisiensi operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).
Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, DSNG mencatat pendapatan konsolidasian Rp 8,9 triliun, tumbuh 25% secara tahunan (YoY). Segmen kelapa sawit menjadi kontributor utama dengan porsi 88%, diikuti produk kayu 11% dan energi terbarukan 1,7%.
Pendapatan segmen sawit mencapai Rp 7,8 triliun, naik 27,8% YoY, didorong kenaikan harga CPO 16,3%, palm kernel 80,5%, dan PKO 82,8%, serta peningkatan volume penjualan 5%. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) tercatat 1,6 juta ton atau naik 4% YoY, dengan produktivitas meningkat 3,9%. Kualitas produk juga tetap terjaga dengan Free Fatty Acid (FFA) stabil di 3% dan Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23,37%.

