IHSG Bisa Tembus 8.300 Hari Ini, Berikut Penopang dan 4 Saham Pilihan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi lanjutkan reli penguatan menuju area harmonic resistance di kisaran 8.556–8.595 hari ini. Peluang tersebut ditopang keberhasilan indeks kemarin, Kamis (23/10/2025), menguat hingga cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai secara teknikal IHSG masih berada dalam tren naik dengan peluang kuat menembus level psikologis 8.300. “Jika IHSG mampu menembus 8.300, peluang penguatan menuju area 8.556–8.595 semakin terbuka. Support terdekat berada di kisaran 8.115–8.180 (MA5–MA20), dengan support kuat di 7.950 (MA50),” ujar Hendra kepada investortrust.id, di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
IHSG Bisa Cetak Rekor Baru, Tiga Saham Dipimpin UNTR Layak Dilirik
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan Kamis menguat 121,80 poin atau 1,49% ke level 8.274,35. Indeks LQ45 juga melonjak 2,70% ke posisi 828,10, ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari kebijakan ekonomi domestik, aksi korporasi besar di sektor perbankan, serta optimisme investor asing terhadap prospek pasar keuangan Indonesia.
Salah satu katalis utama datang dari rencana pembentukan perusahaan pengelola aset Danantara Indonesia, hasil penggabungan entitas anak BBRI, BMRI, dan BBNI di bidang manajemen aset. Entitas baru ini diperkirakan memiliki dana kelolaan hingga US$8 miliar, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan nilai tambah sektor keuangan nasional. “Langkah ini akan memperkuat ekosistem keuangan domestik dan menjadi daya tarik bagi investor global,” jelas Hendra.
Data Bank Indonesia menunjukkan perekonomian nasional tetap tumbuh solid. Kredit perbankan naik 7,70% yoy pada September 2025, didorong lonjakan kredit investasi 15,18% yoy. Uang beredar (M2) juga meningkat 8% yoy menjadi Rp 9.771,3 triliun, menandakan aktivitas ekonomi yang semakin bergairah.
BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus menopang pemulihan ekonomi berkelanjutan. Investor asing mencatat net buy saham Rp 948 miliar pada transaksi kemarin dengan total akumulasi pekan ini mencapai Rp 2,88 triliun. Saham unggulan yang banyak dikoleksi asing antara lain BBRI (Rp 296 miliar), BMRI (Rp 258 miliar), TLKM (Rp 251 miliar), dan BBCA (Rp 126 miliar).
Baca Juga
Unilever (UNVR) Optimistis Pertahankan Lonjakan Laba di Kuartal IV-2025
Saham Pilihan
Dengan dukungan sentimen domestik yang positif, arus dana asing yang terus masuk, dan prospek ekonomi ekspansif, IHSG berpotensi memperpanjang penguatan menuju level 8.300 dalam waktu dekat. “IHSG masih punya ruang penguatan, tapi disiplin membaca momentum menjadi kunci agar investor tidak tertinggal di tengah euforia pasar,” pungkas Hendra.
Beberapa saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yaitu BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.980–4.170, ADRO dengan target harga Rp 1.880–2.050, ACES dengan target harga Rp 480–500, dan BBYB dengan target harga Rp 394–428.

