Meski Laba Turun 37%, ESSA justru Berhasil Terbebas dari Utang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 37% menjadi US$ 21 juta hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 34 juta. Meski demikian, ESSA berhasil menuntaskan seluruh pinjaman lebih awal dan bertransisi menjadi perusahaan tanpa utang.
Dalam penjelasan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/10/2025), manajemen ESSA menyebutkan bahwa penurunan harga jual amoniak sebesar 10% turut menekan pendapatan dari US$ 230 juta menjadi US$ 200 juta hingga September 2025. Sementara itu, EBITDA turun 24% dari US$ 97 juta menjadi US$ 74 juta pada periode yang sama.
Baca Juga
Ditopang Faktor Ini, Laba Atribusi Petrosea (PTRO) Melesat 142% hingga Kuartal III-2025
Secara operasional, Presiden Direktur & CEO ESSA Kanishk Laroya menjelaskan bahwa gangguan pasokan gas hulu yang sempat terjadi di paruh pertama tahun ini telah sepenuhnya terselesaikan pada kuartal III-2025. Dengan demikian, pabrik ESSA kembali beroperasi optimal dengan tingkat utilisasi mencapai 123% pada kuartal III, naik dari 112% pada kuartal II-2025.
Selain itu, kilang LPG ESSA mencatatkan 6,3 juta jam kerja aman kumulatif tanpa Lost Time Injury (LTI) dan tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 99,7% selama sembilan bulan pertama 2025. “Meski menghadapi penurunan harga amoniak sekitar 10% dan harga LPG sebesar 2%, ESSA mencatat pemulihan harga amoniak sebesar 7% pada kuartal III-2025,” tulis manajemen dalam penjelasan resmi.
Baca Juga
Anjlok di Semester I, ESSA Optimistis Pemulihan Kinerja Terjadi di Semester II
Kanishk Laroya juga menegaskan bahwa pelunasan seluruh pinjaman lebih awal menjadi pencapaian strategis bagi perusahaan. “Mencapai posisi tanpa utang memberikan fleksibilitas bagi kami untuk berinvestasi pada proyek-proyek masa depan, khususnya pengembangan amoniak rendah karbon dan Sustainable Aviation Fuel (SAF),” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa harga amoniak menunjukkan tren pemulihan dibandingkan kuartal sebelumnya dan berpotensi menguat hingga akhir tahun.

