IHSG Ditutup Naik Signifikan 2,19%, Saham BBCA hingga BBTN Diborong Investor
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/10/2025), ditutup rebound siginfikan sebanyak 173 poin (2,19%) ke level 8.088. Rentang pergerakan 7.915-8.117 dengan nilai transaksi Rp 21,02 triliun dengan penopang utama saham big bank.
Lompatan kali ini didukung saham sektor perbankan, khususnya bank-bank besar. Di antaranya, saham BBCA naik 5% menjadi Rp 7.875, BMRI menguat 6,17% menjadi Rp 4.300, BBRI naik 5,14% menjadi Rp 3.680, dan BBNI melambung 6,32% menjadi Rp 4.040. Kenaikan juga dicatatkan BBTN sebanyak 8,33% menjadi Rp 1.235 dan BRIS menguat 4,76% menjadi Rp 2.640.
Baca Juga
OJK Berhasil Selamatkan Dana Rp 376,8 Miliar dari 'Scam', Masyarakat Wajib Waspadai 10 Modus Ini
Secara sectoral, saham sektor keuangan melesat 3,38%, disusul sektor transportasi 3,10%, sektor industry 2,45%, sektor energi 2,76%, sektor konsumer primer 1,94%, sektor property 1,67%, dan sektor konsumer non primer 0,94%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga mengesankan, yaitu saham GTSI menguat 34,95% menjadi Rp 139, WAPO naik 34,48% menjadi Rp 234, SSTM melesat 24,82% menjadi Rp 352, BLUE naik 24,71% menjadi Rp 1.640, PGLI naik 24,67% menjadi Rp 374, dan BESS melesat 24,65% menjadi Rp 1.340. Meski tak ARA, HUMI melambung 24,78% menjadi Rp 141, KONI naik 22,67% menjadi Rp 3.030, PUDP menguat 23,26% menjadi Rp 795, dan OPMS naik 21,69% menjadi Rp 101.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 4,14% ke level 7.915,656, domestic. Koreksi ini mencerminkan tekanan jual yang melanda pasar saham domestic di tengah peningkatan ketidakpastian global. Rata-rata volume transaksi harian turun 10,33% menjadi 37,95 miliar saham dari 42,32 miliar saham pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi juga menyusut 2,44% menjadi Rp27,46 triliun, sementara frekuensi perdagangan turun 7,37% menjadi 2,72 juta kali per hari.
Dari sisi kapitalisasi pasar, total nilai emiten di Bursa Efek Indonesia turun signifikan sebesar Rp814 triliun atau 5,23%, menjadi Rp14.746 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar tercatat sebesar US$889 miliar, turun US$49 miliar dari pekan sebelumnya. Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.854,307 dan tertinggi 8.288,279 sepanjang pekan lalu. Meskipun sempat rebound di pertengahan minggu, tekanan jual di akhir pekan menghapus sebagian besar penguatan harian.

