Kuasi Reorganisasi dan Kinerja Cemerlang, Saham BWPT Jadi Pilihan dari Sektor CPO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) terus memperkuat fundamental keuangan melalui proses kuasi reorganisasi yang tengah berjalan. Langkah ini dilakukan untuk menghapus seluruh saldo defisit di ekuitas perseroan per semester I-2025 tercatat sebesar Rp 3,98 triliun. Dengan demikian, BWPT berpeluang mencatat retained earnings positif di masa mendatang dan membuka peluang pembagian dividen.
Hal ini mendorong UOB Kay Hian Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BWPT dengan target harga Rp 208. Sedangkan secara teknikal, saham BWPT tengah memasuki bullish dengan target beli harga Rp 155-165 dan target jual level Rp 210.
Baca Juga
BWPT Dorong Kolaborasi Industri dan Akademisi untuk Perkuat Inovasi Hijau Nasional
UOB Kay Hian dalam riset yang diterbitkan di Jakarta pekan lalu menyebutkan bahwa manajemen BWPT optimistis, persetujuan final dari regulator terkait kuasi reorganisasi akan rampung dalam waktu dekat. Jika aksi korporasi ini sudah mendapatkan persetujuan regulator dan pemegang saham, struktur keuangan BWPT akan lebih bersih dan sehat.
Selain faktor tersebut, UOB Kay Hian menyebutkan, Eagle High (BWPT) mengelola perkebunan seluas 87.000 hektare yang tersebar di Sumatera (2.000 ha), Kalimantan (73.000 ha), dan Papua (12.000 ha). BWPT juga memiliki tujuh pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas total mencapai 370 metrik ton per jam, di mana empat di antaranya telah memperoleh sertifikat RSPO. “Sertifikasi ini memungkinkan BWPT menembus pasar premium dengan harga jual yang lebih tinggi,” tulis riset tersebut.
Sumber: UOB Kay Hian
Dari sisi keuangan, BWPT mencatat peningkatan signifikan pada semester I-2025 dengan pendapatan naik 38,3% menjadi Rp 2,78 triliun, dibandingkankan Rp 2,01 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga melonjak 43,6% menjadi Rp 171,9 miliar dari Rp 119,7 miliar di semester I-2024.
Kinerja positif tersebut diperkirakan akan berlanjut pada paruh kedua 2025, seiring harga CPO yang bertahan di atas MYR 4.000 per ton, jauh di atas rata-rata 2024 sebesar MYR 3.650 per ton. Hingga kini, harga CPO mencapai MYR 4.390 per ton dan volume produksi BWPT diproyeksikan meningkat didukung kondisi cuaca yang semakin membaik.
Baca Juga
BWPT Optimistis Laba Tumbuh Double Digit, Kuasi Reorganisasi Segera Direalisasikan
Struktur keuangan perseroan juga terus membaik yang ditunjukkan debt to equity ratio (DER) 2025E diperkirakan berada di level 2,5x, turun dari 2,99x pada 2024, dan ditargetkan menyentuh 1x pada akhir 2026. Adapun rasio utang terhadap EBITDA 2025E berada di level 1,84x, mencerminkan efisiensi dan peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan.
BWPT juga mengalokasikan belanja modal 2025 sebesar Rp 234 miliar, yaitu senilai Rp 139,3 miliar akan digunakan untuk pembangunan Kernel Crushing Plant berkapasitas 200 ton per hari (60.000 ton per tahun). Fasilitas baru ini diharapkan mampu meningkatkan margin laba dan penetrasi pasar, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada tahun depan.
Dengan demikan, secara fundamental, saham BWPT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 208. Target harga tersebut juga merefleksikan PE sektor agrikultur sebesar 20,7x. Saat ini, saham BWPT diperdagangkan pada PE 2025E sebesar 17x, sehingga masih tergolong atraktif.

