WIKA Alami Dua Kali Penurunan Rating, Sementara Beberapa Emiten Lain Naik Peringkat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat sejumlah perubahan peringkat dan outlook terhadap perusahaan nonjasa keuangan sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2025. Salah satu sorotan utama berasal dari sektor konstruksi, di mana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengalami tekanan signifikan dengan dua kali penurunan peringkat atau downgrade selama periode tersebut.
Disampaikan Head of Non-Financial Institution Ratings 2 Pefindo Yogie Surya Perdana, penurunan peringat WIKA amat berhubungan dengan kondisi sektor konstruksi yang tengah mengalami tantangan termasuk ditekan oleh lemahnya kepercayaan dari sisi investor. “Akibatnya emiten sektor industri konstruksi, khususnya WIKA untuk menggalang dana mengalami tantangan untuk melakukan refinancing,” kata Yogie dalam paparan secara daring, Kamis (16/10/2025).
Awalnya, Wijaya Karya yang berada pada peringkat BB-/Credit Watch Negative harus turun ke peringkat CCC/Credit Watch Negative, mencerminkan meningkatnya tekanan finansial terhadap kinerja perseroan. Tidak berhenti di situ, Pefindo kemudian kembali menurunkan peringkat Wijaya Karya dari CCC/Credit Watch Negative menjadi SD (Selective Default). Penurunan bertahap ini mencerminkan tantangan serius yang dihadapi emiten konstruksi pelat merah tersebut dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
Berbeda dengan Wijaya Karya, sejumlah perusahaan lain justru mencatat perubahan peringkat yang lebih positif. PT PP Properti Tbk, yang sebelumnya berada dalam status SD, berhasil naik ke peringkat CCC/Stable, menandakan perbaikan dalam posisi kredit dan stabilisasi outlook perusahaan properti tersebut.
Baca Juga
Pefindo Kuasai 83,17% Pemeringkatan Surat Utang Korporasi 2025
Kabar baik juga datang dari PT Patra Jasa, yang mengalami peningkatan peringkat dari A+/Stable menjadi AA/Stable, menegaskan penguatan fundamental bisnisnya di sektor properti. Sektor transportasi pun ikut mencatatkan tren positif. PT Pratama Mitra Sejati naik peringkat dari A-/Stable menjadi A/Stable, memperlihatkan peningkatan kapasitas keuangan dan prospek operasionalnya.
Sementara itu, PT Adhi Commuter Properti Tbk justru tidak mengalami perubahan peringkat, namun mengalami perubahan outlook dari stabil menjadi negatif. Peringkat perusahaan tetap pada BBB, tetapi outlook negatif ini menunjukkan adanya potensi tekanan terhadap kinerja keuangan yang dapat berpengaruh pada peringkatnya di masa mendatang.
Perubahan peringkat dan outlook yang dikeluarkan Pefindo ini mencerminkan kondisi sektor konstruksi dan properti yang tengah menghadapi tantangan ketat, sementara sebagian pelaku di sektor properti dan transportasi menunjukkan kemampuan adaptasi dan pemulihan yang lebih kuat.

