Perkuat Bisnis Kesehatan Konsumen, Kalbe (KLBF) Luncurkan Suplemen Zat Besi Bentuk ‘Gummy’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meluncurkan suplemen zat besi pertama di Indonesia dalam bentuk gummy yaitu Sakatonik Activ Gummy. Produk yang mirip dengan permen kenyal ini, diluncurkan anak usaha perseroan yakni PT Saka Farma Laboratories, untuk memperkuat lini bisnis kesehatan konsumen.
Sekadar informasi, Kalbe memiliki empat lini bisnis utama, yakni obat resep, produk kesehatan yang menangani obat bebas dan multivitamin, nutrisi, serta distribusi & logistik. Sedangkan Saka Farma Laboratories berperan menjalankan lini bisnis kesehatan konsumen Kalbe (Kalbe Consumer Health).
“Dengan adanya inovasi produk melalui Sakatonik Activ ini, kami ingin bisa lebih memperkuat posisi kami terutama di pasar suplemen zat besi. Jadi karena produknya bertambah, dominasi dan share (pangsa) kami di produk vitamin juga bisa bertambah,” jelas Head of Vitamin Category Kalbe Consumer Health Adelia Theresia kepada Investortrust.id.
Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 6-8% (yoy) melalui inovasi produk, efisiensi operasional, dan ekspansi pasar yang terarah.
Baca Juga
'Capex' Kalbe Farma (KLBF) Rp 1 T untuk Ekspansi Gila-gilaan, Salah Satunya Perbanyak Obat Kanker
Sebelum meluncurkan versi gummy, Sakatonik Activ terpantau konsisten mengedukasi pentingnya konsumsi suplemen zat besi secara rutin, sejak dini. Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab tingginya kasus anemia di Indonesia adalah rendahnya tingkat konsumsi tablet tambah darah di masyarakat sejak remaja.
Kemenkes mencatat, sekitar 8,3 juta dari 12,1 juta remaja perempuan tidak rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Padahal, usia remaja merupakan masa krusial untuk mencegah anemia kronis ketika dewasa dan mengandung.
Perempuan menjadi kelompok yang berisiko mengalami anemia karena memiliki siklus menstruasi setiap bulan. Sedangkan ibu hamil menopang pertumbuhan janin, serta risiko perdarahan saat persalinan.
Dokter Rovy Pratama yang turut hadir dalam peluncuran Sakatonik Activ Gummy, baru-baru ini juga menjelaskan, anemia dapat menimbulkan risiko komplikasi perdarahan pada ibu hamil dan menghambat pertumbuhan janin.
“Sedangkan pada remaja putri dan perempuan usia produktif, anemia bisa mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh, mudah lelah, dan menurunkan konsentrasi karena kurangnya asupan oksigen ke otak,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, anemia dikhawatirkan memengaruhi kualitas sumber daya manusia generasi berikutnya, bahkan mengganggu ‘cita-cita’ Indonesia Emas 2045.
Kalbe menganalisis, salah satu faktor rendahnya kepatuhan konsumsi rutin suplemen zat besi adalah rasa besi yang tidak enak dan tertinggal di mulut, setelah mengonsumsi sebagian besar suplemen zat besi konvensional.
“Sedangkan Sakatonik Activ Gummy memiliki kandungan zat besi yang tinggi, asam folat, serta vitamin B12 dengan mixed berry juice yang enak,” menurut Adel.
Turunkan Prevalensi Anemia
Demi menurunkan tingginya prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia, pemerintah sebenarnya telah memulai program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri sejak 2014. Program ini bahkan telah menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya menurunkan stunting.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) akan Buy Back Saham Rp 250 Miliar, Ungkap Tujuan Ini
Program tersebut masih berjalan di berbagai daerah, dibuktikan dengan pembagian tablet tambah darah secara gratis untuk remaja perempuan, melalui sekolah. Sebagai contoh pada salah satu SMP di Jakarta Timur, para siswi diimbau mengonsumsi TTD langsung di sekolah, setelah kegiatan sarapan sehat bersama.
Di sisi lain, Adel menambahkan bahwa pemerintah juga menggalakkan self-medikasi atau pengobatan mandiri untuk meningkatkan konsumsi suplemen zat besi. Kalbe pun berharap, produk baru perseroan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang enggan mengonsumsi suplemen zat besi konvensional.
“Angka ini sih yang sebenarnya kami ingin raih, supaya konsumen lebih rutin konsumsi (suplemen zat besi) sehingga angka preventifnya (anemia) bisa lebih besar dan juga kesehatan Indonesia secara maksimal bisa dilakukan,” tandasnya.
Melalui survei Home Tester Club, 243 konsumen perempuan yang sudah mencoba Sakatonik Activ Gummy mengaku, tubuhnya lebih bertenaga dan tidak mudah lelah. Survei pada 4.364 perempuan usia produktif di Jabodetabek dan kota besar lain pada September 2025 ini juga menunjukkan, 224 konsumen mengatakan tidak mendapat rasa atau bau besi seperti suplemen konvensional.
Kemudian, 189 perempuan mengatakan Sakatonik Activ Gummy tidak menimbulkan mual atau enek. Brand Ambassador Sakatonik Activ Gummy Davina Karamoy pun menyampaikan testimoni yang senada.
“Kadang saat merasa cepat lelah, saya selalu pikir penyebabnya adalah menstruasi padahal ternyata ini bisa diatasi. Dulu sempat saya usahakan rutin konsumsi tablet tambah darah tetapi sering ada rasa besi yang tertinggal jadi malas lanjutin. Kalau Sakatonik Activ Gummy enak dan praktis jadinya saya lebih rajin konsumsi,” ucap Davina saat peluncuran produk di Mall Kelapa Gading, Sabtu (11/10/2025).
Dalam peluncuran itu, Kalbe menggandeng Watsons Indonesia sebagai mitra retail pertamanya. Sehingga Sakatonik Activ Gummy bisa konsumen dapatkan di toko daring maupun luring Watsons.
Sakatonik Activ Gummy dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak usia 3-10 tahun sebanyak satu kali sehari, hingga remaja di atas 10 tahun dan dewasa sebanyak dua kali sehari.

