Transformasi Bisnis Sesuai Ekspektasi, Saham INDY Disebut Menuju Rp 2.700
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) berpotensi menguat menuju level Rp 2.700 dalam waktu dekat, seiring dengan transisi perseroan berjalan sesuai ekspektasi. Salah satunya melalui ekspansi bisnis emas.
Tren penguatan harga saham INDY telah tampak dalam pergerakan selama tiga bulan terakhir lebih dari 63% menjadi Rp 2.220, bahkan sempat menyentuh rekor level Rp 2.610 beberapa pekan lalu.
Baca Juga
Inovasi Hukum Dorong Kideco (INDY) Jadi 'Role Model' Industri Tambang Nasional
Peluang penguatan harga tersebut juga sejalan dengan riset terbaru saham INDY oleh Sucor Sekuritas. Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, kenaikan signifikan saham INDY dalam tiga bulan terakhir mencerminkan optimisme investor terhadap prospek emas global serta transisi INDY yang segera bertransformasi menjadi produsen emas melalui tambang Awak Mas di Sulawesi Selatan.
“Dengan target produksi proyek Awak Mas pada semester II-2026, momentum kebangkitan kinerja keuangan INDY terbuka. Laba INDY diperkirakan bisa mencapai US$ 20 juta atau tumbuh 311% yoy pada 2026 dan melonjak menjadi US$ 122 juta pada 2027 dengan seluruhnya ditopang dari kontribusi emas,” tulisnya.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa proyek emas Awak Mas akan mengubah peta bisnis INDY. Apalagi tambang ini memiliki cadangan sumber daya mencapai 2,3 juta ons dan cadangan terbukti 1,5 juta ons dengan kadar 1,33 g/t, menawarkan prospek ekonomi yang menarik di tengah harga emas yang tinggi.
Baca Juga
Trump Melunak terhadap China, Dow Futures Melonjak Hampir 400 Poin
Perseroan juga telah menunjuk Macmahon Holding Ltd sebagai kontraktor utama dengan target produksi komersial sebesar 100–140 ribu ons per tahun mulai semester II-2026. Biaya produksi menyeluruh diperkirakan sekitar US$ 1.600 per ounce, sehingga memberi potensi margin kuat dibanding harga emas spot yang saat ini berada di atas level US$ 3.600 per ounce.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga Rp 3.300 untuk 12 bulan ke depan. Penilaian ini mempertimbangkan valuasi segmen bisnis emas INDY saha mencapai US$ 911 juta atau sekitar Rp 2.800 per saham, lebih tinggi dibanding harga pasar INDY saat ini. Target harga tersebut juga mempertimbangkan tren penguatan harga emas global dan transformasi bisnis yang mulai terealisasi.

