IHSG Ditutup Melambung 1,37% Jelang Akhir Pekan, 7 Saham Dipimpin PGLI Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/9/2025) atau akhir pekan, ditutup melonjak sebanyak 106,16 poin (1,37%) menjadi 7.854,06 dengan nilai transaksi Rp 14,30 triliun. Penguatan indeks ditopang kenaikan seluruh sektor saham.
Kenaikan tertinggi ditopang penguatan saham sektor material dasar 2,54%, sektor energi 1,57%, sektor keuangan 1,26%, sektor teknologi 1,61%, sektor konsumer primer 0,82%, dan sektor properti 0,76%. Penguatan indeks juga ditopang sentimen ditandatanganinya penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke lima bank BUMN.
Baca Juga
Sejalan dengan penguatan indeks, beberapa saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Pembangunan Graha Lesatari Indah Tbk (PGLI) naik 34,76% menjadi Rp 252, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik 34,85% menjadi Rp 89,dan PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) naik 34,75% menjadi Rp 190.
ARA juga melanda saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) naik 24,63% menjadi Rp 835, PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,47% menjadi Rp 2.060, PT First Media Tbk (KBLV) naik 24,59% menjadi Rp 304, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik 24,46% menjadi Rp 346.
Sebaliknya penurunan melanda saham MCAS turun 10,77% menjadi Rp 870, LUCK melemah 10,38% menjadi Rp 95, RGAS melemah 10,26% menjadi Rp 105, SHIP melemah 10,13% menjadi Rp 4.080, dan JARR turun 10% menjadi Rp 1.620.
Kemarin, IHSG ditutup naik 48,89 poin (0,64%) menjadi 7.747 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 192,15 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI Rp 466,38 miliar, BBCA Rp 416,04 miliar, COIN Rp 84,48 miliar, dan ANTM Rp 41,65 miliar.
Baca Juga
Sah, Beleid Dana Rp200 T untuk Pertumbuhan Ekonomi Dikeluarkan
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor keuangan 1,93%, sektor kesehatan 1,37%, sektor properti 0,76%, sektor industri 0,67%, sektor transportasi 1,15%. Penguatan tersebut ditopang kenaikan pesat saham bank-bank besar, seperti BBNI, BBTN, BBRI, BMRI, BRIS, dan BBCA.
Di tengah kenaikan indeks tersebut, sejumlah saham bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KJEN sebanyak 34,65% menjadi Rp 171, KRYA naik 34,05% menjadi Rp 248, dan LUCK naik 32,50% menjadi Rp 106. ARA juga melanda saham CBRE naik 25% menjadi Rp 620, MCAS naik 25% menjadi Rp 975, saham UANG naik 24,63% menjadi Rp 334, FUTR naik 24,63% menjadi Rp 334, dan VOKS melesat 24,67% menjadi Rp 374.

