20 Calon Emiten Siap IPO Bernilai Rp 10,33 Triliun Siap Masuk, Ada Superbank?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap masih terdapat 20 pipeline penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan nilai indikatif mencapai Rp 10,33 triliun hingga akhir September 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebut aktivitas penghimpunan dana di pasar modal nasional terus menunjukkan tren positif.
Baca Juga
“Per akhir September 2025 secara year to date, total nilai penawaran umum oleh korporasi mencapai Rp 186,52 triliun, di mana Rp 13,15 triliun di antaranya berasal dari 17 emiten baru,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang digelar secara daring, Kamis (9/10/2025).
Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 26 September 2025 tercatat 11 perusahaan yang sedang dalam pipeline pencatatan saham baru.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan pipeline tersebut muncul setelah 23 perusahaan resmi mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 15,05 triliun.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG “To The Moon”, Prospek Pasar Modal Kian Cerah
“Perusahaan dalam pipeline memiliki klasifikasi aset beragam. Terdapat 7 perusahaan dengan aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta 4 perusahaan dengan aset besar di atas Rp 250 miliar. Tidak ada perusahaan dengan aset kecil di bawah Rp 50 miliar,” jelas Nyoman kepada media, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pipeline saham BEI saat ini terdiri atas 2 perusahaan di sektor bahan baku, 2 di sektor siklikal, 1 di sektor non-siklikal, 2 sektor keuangan, 2 sektor industri, 1 sektor teknologi, serta 2 perusahaan di sektor transportasi dan logistik.

