Antara Saham dan Kripto, Kata Timothy Ronald Ini Yang Lebih Sulit Dipelajari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penggiat dan edukator kripto Timothy Ronald buka-bukaan perihal lebih sulitnya belajar kripto dibandingkan dengan belajar saham.
Pernyataan ini disampaikan Timothy dalam acara Podcast Konvergensi dengan investortrust.id di Kantor Ronald Capital, The Prominence Office Tower Alam Sutera, Tangerang, Rabu (8/10/2025).
"Lebih susah kripto ya, karena kalau emang dalam pasar saham Indonesia kayak India, perusahaan kayak Jane Street pasti sudah ke sini karena pasar masih sepeseratus ribunya Amerika. Pasarnya kecil sekali kita punya pasar kecil sekali," ujar Timothy.
Timothy menjelaskan, kripto lebih susah karena market-nya yang 24 jam. Terlebih menurut Timothy, orang-orang yang ada didalamnya sudah berada di skala dunia.
Asal tahu saja, pasar kripto beroperasi tanpa henti, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, yang dapat menimbulkan kesulitan tersendiri bagi investor dan trader, terutama jika dibandingkan dengan pasar saham yang memiliki jam operasional terbatas. Hal ini dapat menyebabkan volatilitas yang lebih tinggi, kesulitan dalam mengelola waktu dan perhatian, serta potensi kerugian yang lebih besar jika tidak dikelola dengan strategi yang tepat.
Lebih lanjut, menurut Timothy cara menganalisis investasi kripto dan saham kurang lebih sama. Khusus saham, upaya yang tepat dan harus dilakukan salah satunya adalah dengan memperluas koneksi dan berteman dengan orang-orang yang lebih paham akan isu-isu korporasi.
"Sebenarnya caranya (menganalisa) lumayan mirip. Ada fundamental, teknikalnya, lumayan mirip. Jadi kalau misalnya saham dan kripto kan dua-duanya market ya. Ada orang jual, ada beli, ada supply, ada demand, ada flow. Ada order book, semuanya lumayan mirip. Jadi cara kerjanya sama, free float yang kecil tergantung nih, kalau kripto yang lain di luar Bitcoinnya Itu kan ada kepentingan owner-nya. Yang kepentingannya apa nih, lumayan mirip sama dengan saham cuma yang kripto lebih kompleks. Nah cara-caranya bagaimana ya, mungkin cari network keluar, cari owner-owner exchange di luar negeri. Di Indonesia juga sama harus aktif gitu untuk cari mungkin teman-teman yang mengerti dalamnya. Kalau cuma dari luar gitu kan analisa cuma lihat laporan keuangan saya rasa nggak sulit ya, karena edge nya bukan dapet dari sana. Perspektif juga nggak ini ya. Menurut saya bagus harus dibaca, kadang orang malas, banyak banget," jelas Timothy.
Di sisi lain, Timothy pun membeberkan tokoh favoritnya di dunia kripto, yakni Pendiri Binance Changpeng Zhao alias ZC. CZ menjadi tokoh favorit Timothy dikarenakan cara CZ membuat perusahaan yang dikelolanya bisa sangat lean dan efisien.
Sementara itu, di dunia saham Timothy mengidolakan Warren Buffett. Warren Buffett adalah seorang investor, pengusaha, dan filantropis asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu investor paling sukses sepanjang masa. Ia merupakan ketua, CEO, dan pemegang saham terbesar dari Berkshire Hathaway, sebuah konglomerat multinasional.

