IHSG Ditutup Naik 0,36% ke Rekor Baru, Banyak Saham ARA Dipimpin ASLI hingga CUAN
JAKARTA, investortrust.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/10/2025), ditutup naik 29,30 poin (0,36%) ke rekor penutupan tertinggi baru 8.169. Rentang pergerakan indeks 8.139-8.217 dengan nilai transaksi Rp 27,82 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah saham sektor, seperti saham sektor energi naik 2,62%, sektor infrastruktur menguat 2,33%, sektor transportasi 3%, sektor teknologi 0,35%, dan sektor keuangan 0,01%. Sektor saham lainnya mengalami penurunan seperti sektor property, sektor industry, dan konsumer primer.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS) Lunasi Utang Lebih Cepat, Sisa Turun 12,5%
Di tengah lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ASLI melesat 34,97% menjadi Rp 220, TRIN naik 34,82% menjadi Rp 151, FOLK melambung 34,78% menjadi Rp 155, dan NTBK naik 34,43% menjadi Rp 82.
ARA juga melanda saham CUAN sebanyak 24,72% menjadi Rp 2.220, CBRE sebanyak 24,70% menjadi menjadi Rp 1.565, SSTM naik 24,68% menjadi Rp 394, NIKL melesat 24,60% menjadi Rp 466, SKRN menguat 24,35% menjadi Rp 715, UFOE naik 24,56% menjadi Rp 284, COCO menguat 24,44% menjadi Rp 555, PICO naik 24,35% menjadi Rp 286, dan POLU menguat 19,88% menjadi Rp 24.275.
Meski tak ARA, saham ini cetak lompatan mengesankan, seperti saham NPGF naik 22,81% menjadi Rp 70, TINS naik 19,91% menjadi Rp 2.710, MHKI naik 18,81% menjadi Rp 240, dan OASA menguat 17,83% menjadi Rp 304.
Kemarin, IHSG ditutup naik sebanyak 21,59 poin (0,27%) ke rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa 8.139. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,02 triliun yang disumbangkan crossing saham PANI Rp 2,50 triliun, PTRO sebanyak 193,39 miliar, dan CDIA Rp 127,13 miliar.
Baca Juga
Menkeu Tetapkan Dua Syarat bagi BPD Penerima Penempatan Dana Pemerintah
Kenaikan indeks ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor property 2,36%, sektor infrastruktur 2,01%, sektor material dasar naik 1,18%, dan sektor energi 0,95%. Sisanya mengalami penurunan, seperti sektor konsumer primer, keuangan, transportasi, industry, dan konsumer non primer.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham RMKO melesat sebanyak 34,72% menjadi Rp 260, PIPA naik 25% menjadi Rp 625, CBRE naik 24,88% menjadi Rp 1.255, AGII naik 24,80% menjadi Rp 1.560, JECC naik 24,75% menjadi Rp 1.260, dan PNGO naik 24,75% menjadi Rp 3.780.
ARA serupa juga melanda saham NIKL sebanyak 24,67% menjadi Rp 374, RMKE menguat 24,53% menjadi Rp 2.310, IDPR naik 24,50% menjadi Rp 620, TRIM naik 24,49% menjadi Rp 605, SSTM menguat 24,41% menjadi Rp 316, dan HERO menguat 24,35% menjadi Rp 715. ARA juga dicatatkan saham UANG naik 19,83% menjadi Rp 7.100 dan POLU naik 20% menjadi Rp 20.250. Meski tak ARA, ANJT menguat 22,69% menjadi Rp 2.650.

