JPMorgan Revisi Naik Target IHSG Jadi 8.600, Sejumlah Saham Ini Dijagokan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – JPMorgan Indonesia menaikkan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir tahun menjadi 8.600, dibandingkan perkiraan semula 8.100. Revisi naik ini didorong optimisme kuatnya aliran dana domestik yang menopang reli pasar modal Indonesia.
Dalam riset JPMorgan Indonesia diungkapkan selama enam bulan terakhir, IHSG telah melembangun sebanyak 27% dan menyentuh rekor 8.125, melampaui kinerja MSCI Asia ex-Japan sebanyak 5%. Kenaikan tersebut terutama ditopang investor ritel dengan kontribusi 50–52% dari rata-rata nilai transaksi harian pada Juli–Agustus, tertinggi sejak Maret 2022.
Baca Juga
Saham Data Center hingga Komoditas Jadi Penopang Utama Penguatan IHSG 2025
Sementara itu, arus modal asing masih lanjutkan arus keluar atau outflow senilai US$ 473 juta pada kuartal berjalan, dengan kinerja MXID hanya tumbuh 7% di periode yang sama. “Kami menilai underperformance MXID mencerminkan ketidakpastian domestik dan proyeksi negatif laba emiten 2025. Namun, kondisi ini menciptakan basis ekspektasi rendah menjelang siklus pelonggaran fiskal dan moneter global enam bulan ke depan,” tulis tim riset JPMorgan yang dirilis beberapa waktu lalu.
Dari sisi makro, prospek 6–12 bulan mendatang dinilai lebih baik. Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan 125 bps sepanjang tahun ini, termasuk kejutan pemangkasan 25 bps pada September. Likuiditas ke depan diproyeksikan longgar, didukung ekspektasi tambahan pemangkasan 25 bps dua kali pada Oktober–November serta penempatan kembali dana pemerintah (SAL) di bank BUMN.
Baca Juga
Meski fiskal masih tertekan dengan penerimaan negara delapan bulan 2025 turun 8% yoy, Menteri Keuangan Purbaya telah menyiapkan lima program quick win untuk memperkuat basis pajak dan memperbaiki posisi fiskal dalam 1–2 kuartal ke depan.
Dengan valuasi Indonesia relatif murah pada level forward P/E 12x atau 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun, JPMorgan melihat peluang re-rating pasar masih terbuka. Untuk MXID, target bullish dipasang di 7.000 dengan asumsi pertumbuhan EPS 5% dari basis 2024, sejalan dengan ekspektasi konsensus 4–6%.
Saham Pilihan
Dari sisi sektoral, JPMorgan meningkatkan rekomendasi sektor industri menjadi overweight, termasuk upgrade pada saham Astra yang berpotensi memperkuat total shareholder return. Sebaliknya, sektor energi diturunkan menjadi underweight karena prospek pasokan batubara melunak. Konsumer tetap menjadi sektor favorit dengan dukungan stimulus pemerintah yang mendorong belanja rumah tangga.
Saham domestik berbasis fundamental kuat, seperti BBCA, AMRT, ICBP, MAPI, ISAT, serta GOTO menarik untuk dilirik. Emiten sensitif terhadap suku bunga, seperti ASII, CTRA, PWON, serta ANTM yang berperan sebagai proxy emas juga dipandang prospektif.

