Saham Data Center hingga Komoditas Jadi Penopang Utama Penguatan IHSG 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 10 saham ini mencatatkan lonjakan harga fantastis sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD) dan menjadi motor utama penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagaimana diketahui IHSG berhasil torehkan kenaikan lebih dari 13,57% menjadi 8.099 sepanjang ytd.
Kenaikan IHSG tercatat terbaik ketiga di kawasan Asean setelah Vn Index Vietnam dengan kenaikan sebanyak 31,52%. IHSG BEI mengungguli lima bursa saham negara-negara Asean lainnya, seperti Strait Times Singapura hanya naik 12,63%. Sebaliknya indeks saham Malayasia, Filipina, dan Thailand justru catatkan penurunan sepanjang ytd.
Baca Juga
Sentuh Level Tertinggi dalam 22 Bulan, Saham ASII bakal Lanjutkan Penguatan?
Berdasarkan data BEI emiten pusat data PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memimpin dengan kenaikan harga saham sebesar 590,02% dengan kenaikan tersebut, DCII berkontribusi sebanyak 294,46 poin terhadap penguatan IHSG. Di posisi berikutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 199,46% dengan kontribusi +283,33 poin, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melonjak 301,09% dan menyumbang +171,87 poin.
Lonjakan juga terlihat pada saham teknologi dan investasi, di antaranya PT Multipolar Tbk (MLPT) yang melesat 749,86% (+59,12 poin) dan PT Chandra Dana Investama Tbk (CDIA) yang bahkan menorehkan kenaikan luar biasa 831,58% dengan kontribusi +48,02 poin. Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut menopang penguatan IHSG dengan kenaikan harga 14,76% (+45,08 poin). Saham komoditas juga tak ketinggalan, seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 106,65% (+43,31 poin) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 110,49% (+34,48 poin).
Baca Juga
Sementara itu, saham perbankan PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatat lonjakan 460,85% (+38,11 poin), sedangkan saham otomotif PT Astra International Tbk (ASII) tumbuh moderat 19,90% (+43,17 poin). Data tersebut menegaskan bahwa sektor teknologi, energi, komoditas, hingga perbankan menjadi penopang utama penguatan IHSG sepanjang tahun berjalan.

