Menjelang Akhir Tahun, IHSG Berpotensi Rally ke 8.400
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penguatan pada awal pekan ini, ditutup menguat 0,30% ke level 8.123,24.
“Jika mampu menembus area psikologis tersebut, IHSG berpotensi memperpanjang reli dengan target jangka menengah ke 8.300-8.400, terutama bila sentimen global dan domestik tetap kondusif,” ujarnya kepada investortrust.id Senin, (29/9/2025).
Dari sisi sentimen, Hendra memandang beberapa faktor yang bisa menjadi pendorong sekaligus penghambat. Positifnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed maupun langkah akomodatif Bank Indonesia dapat meningkatkan aliran dana asing masuk ke pasar saham.
“Harga emas yang kembali mencetak rekor tertinggi juga memberi katalis positif pada saham-saham tambang emas, sementara rebound harga komoditas seperti tembaga dan nikel turut mendukung emiten berbasis mineral,” jelas dia.
Baca Juga
IHSG Ditutup Naik 0,30%, Sebanyak 15 Saham ARA Dipimpin KOKA higga PGUN
Di sisi lain, kata dia, pelemahan rupiah ke level Rp 16.600 per dolar AS, ketidakpastian data ekonomi AS dan China, serta potensi shutdown pemerintah AS menjadi risiko jangka pendek yang perlu diwaspadai pelaku pasar.
Ramainya rencana penawaran umum perdana saham (IPO) hingga akhir tahun juga diperkirakan menjadi salah satu sentimen positif. Kehadiran emiten-emiten baru, terutama dari sektor energi terbarukan, teknologi, dan konsumer, dapat meningkatkan likuiditas pasar sekaligus memperluas pilihan investasi.
“Namun demikian, investor tetap harus selektif karena derasnya IPO juga bisa memicu rotasi dana dari saham lama ke saham baru, yang berpotensi menekan kinerja beberapa emiten dengan fundamental lemah,” imbuhnya.
Untuk saham pilihan, Hendra merekomendasikan sejumlah emiten terlihat menarik untuk dikoleksi dengan strategi trading buy. Saham ADMR direkomendasikan buy di level Rp 1.170 dengan target Rp 1.350, didukung prospek positif di sektor energi terbarukan. BUMI juga patut dicermati dengan rekomendasi buy di Rp 176 dan target Rp 210 seiring momentum kenaikan harga batubara.
Sementara itu, BKSL direkomendasikan buy di Rp 174 dengan target Rp200, memanfaatkan sentimen properti yang mulai bergairah. Dari sektor energi, DEWA bisa dikoleksi di Rp 330 dengan target Rp 380, dan untuk sektor media, SCMA menarik untuk dikoleksi dengan target Rp 420, apalagi jika rumor ekspansi digital melalui Vidio benar terealisasi.

