Rugi Bersih Merdeka Copper (MDKA) Membengkak 26,39% di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan rugi bersih periode berjalan yang membengkak pada semester I 2025.
Mengutip laporan keuangan, perseroan membukukan rugi sebesar US$ 15,80 juta atau sekitar Rp 265,13 miliar (asumsi kurs Rp 16.775), naik 26,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$ 12,50 juta atau sekitar Rp 209,61 miliar.
Meskipun perseroan mencatatkan EBITDA yang solid sebesar US$176 juta, tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pendapatan yang meningkat menjadi US$ 855 juta, beban keuangan dan penyesuaian pajak masih menekan laba bersih.
Baca Juga
Analis Nilai Prospek IPO Anak Usaha MDKA (EMAS) Menjanjikan, Valuasi Perlu Dicermati
Perseroan mengungkapkan bahwa kenaikan biaya, termasuk biaya keuangan, serta kontribusi lebih rendah dari lini bisnis nikel menjadi faktor utama membengkaknya kerugian.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menegaskan operasi emas tetap menjadi pendorong kinerja perusahaan.
“Operasi emas kami menjadi pendorong utama kinerja Merdeka yang kuat, gabungan dari produksi yang sesuai target dan harga emas yang tinggi. Kinerja ini, yang ditambah pengelolaan biaya yang disiplin, memungkinkan pertumbuhan EBITDA meskipun operasi nikel mengalami penyesuaian sementara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, (26/9/2025)
Di sisi lain, MDKA juga menekankan adanya kemajuan signifikan dari proyek-proyek strategis, termasuk Proyek Emas Pani yang diproyeksikan mulai berproduksi pada awal 2026, serta pabrik pengolahan HPAL yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2026.
“Kinerja ini menunjukkan kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi. Yang terpenting, proyek-proyek pertumbuhan strategis kami berjalan sesuai rencana dan akan memperkuat peran Merdeka dalam mendukung transisi energi Indonesia,” tutupnya.

