Analis Nilai Prospek IPO Anak Usaha MDKA (EMAS) Menjanjikan, Valuasi Perlu Dicermati
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mengantongi izin prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan dijadwalkan mencatatkan saham perdana di BEI pada Selasa, (23/9/2025).
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa memandang IPO emiten berkode saham EMAS memiliki prospek yang cukup potensial, terlebih di tengah-tengah momentum menguatnya harga emas global semenjak ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang tereskalasi.
“Emiten ini memiliki proyek dengan sumber daya dan cadangan besar. Potensi tersebut bisa menjadikan EMAS sebagai salah satu tambang emas penting di Indonesia,” ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id, Senin (22/9/2025).
Meski demikian, Reydi mengingatkan investor untuk berhati-hati dalam menyikapi valuasi. “Namun perlu dicatat bahwa menurut para analis ada opini bahwa IPO saat ini termasuk tinggi valuasinya jika dibandingkan emiten tambang emas lain,” tambahnya.
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa memandang IPO emiten berkode saham EMAS memiliki prospek yang cukup potensial, terlebih di tengah-tengah momentum menguatnya harga emas global semenjak ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang tereskalasi.
“Emiten ini memiliki proyek dengan sumber daya dan cadangan besar. Potensi tersebut bisa menjadikan EMAS sebagai salah satu tambang emas penting di Indonesia,” ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id, Senin (22/9/2025).
Meski demikian, Reydi mengingatkan investor untuk berhati-hati dalam menyikapi valuasi. “Namun perlu dicatat bahwa menurut para analis ada opini bahwa IPO saat ini termasuk tinggi valuasinya jika dibandingkan emiten tambang emas lain,” tambahnya.
Selain itu, dalam prospektus bahwa pemanfaatan dana IPO sebagian besar untuk membayar utang ke MDKA dan hanya sisanya untuk rencana ekspansi operasional atau proyek baru. "Hal ini memicu persepsi investor bahwa potensi pertumbuhan kedepan jadi terbatas," tambahnya.
Meski begitu, kata Reydi secara keseluruhan prospek EMAS memiliki potensi cukup besar untuk jangka menengah dan panjang jika proyek emas Pani yang direncanakan bisa selesai tepat waktu dan mulai produksi sesuai target. Harga emas dunia yang cenderung di zona tinggi dan biaya produksi yang rendah akan mempertebal margin emiten EMAS ke depan.
Sebagaimana diketahui, dalam aksi korporasi ini EMAS akan melepas hingga 1,62 miliar saham biasa atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Nilai penawaran umum saham maksimal Rp 4,86 triliun.
Perseroan juga menetapkan masa bookbuilding pada 8–10 September 2025 dengan penawaran umum pada 17–19 September 2025. Adapun penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinar Mas Sekuritas.
Perseroan menargetkan dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk modal kerja anak usaha MGR di bidang pembangunan dan pengolahan bijih emas, serta pembayaran sebagian pinjaman.
Presiden Direktur MGR Boyke Poerbaya menyampaikan, proyek emas Pani memiliki potensi sumber daya hingga 7 juta ounces dan dirancang menjadi tambang berbiaya rendah dengan umur panjang.
“Kami optimistis Proyek Emas Pani akan memberi nilai tambah jangka panjang tidak hanya bagi pemegang saham, tapi juga pembangunan ekonomi di Gorontalo,” ujar Boyke dalam keterangan resminya, belum lama ini.

