Bitcoin Merosot Tapi BNB Meroket, Ini Alasannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto masih menghadapi dampak dari gelombang likuidasi besar-besaran kemarin senilai lebih dari US$ 1,7 miliar, meski tekanan mulai mereda. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat US$ 3,9 triliun, turun tipis 0,6% dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko.
Melansir Decrypt, Rabu (24/9/2025) Bitcoin (BTC) menjadi salah satu aset yang tertekan. Pada perdagangan RAbu (24/9/2024) pagi, BTC melemah 0,80% ke level US$ 111.837 setelah gagal bertahan di atas US$ 113.000. Tekanan jual membuat harga menguji support kritis di kisaran US$ 111.571. Secara teknikal, tren bullish yang mendorong reli beberapa pekan terakhir dinilai mulai melemah, tercermin dari Indeks Arah Rata-Rata (ADX) yang turun ke level 18 poin.
Di sisi lain, BNB justru menunjukkan performa positif. Token asli jaringan BNB ini menjadi satu-satunya aset di jajaran 10 besar kripto yang berada di zona hijau. Dalam 24 jam terakhir, BNB menguat 2,6% ke US$ 1.013, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 1.079. Secara mingguan, BNB naik lebih dari 6%, bahkan melonjak 17% dalam 30 hari terakhir.
Kenaikan BNB dipicu lonjakan popularitas Aster, bursa berjangka perpetual terdesentralisasi (DEX) di jaringan BNB. Token Aster tercatat naik 47% dalam sehari, sekaligus mendorong permintaan BNB sebagai token gas di ekosistemnya. Aster bahkan dikabarkan sudah melampaui Hyperliquid dalam pendapatan harian dari biaya perdagangan.
Baca Juga
BTC Tiba-tiba Anjlok Ke US$ 112.000, Michael Saylor Sebut Bitcoin “Jadi Membosankan” untuk Ritel
Level kunci BNB:
-
Support langsung: US$ 970
-
Support kuat: US$ 900 (EMA40)
-
Resistance langsung: US$ 1.030
-
Resistance kuat: US$ 1.079 (all time high)
Di sisi lain, Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali memperjuangkan solusi blockchain yang ramah pengguna. Dalam pernyataan terbarunya, CZ menyerukan pengurangan biaya lebih lanjut sebesar 50% pada BNB Chain. Langkah ini merupakan bagian dari visi yang lebih luas untuk menjadikan blockchain lebih mudah diakses, terukur, dan terjangkau.
Melansir Coinmarketcap, BNB Chain, yang dikenal dengan biaya rendah dan transaksi berkecepatan tinggi, sudah menawarkan tarif yang kompetitif dibandingkan dengan jaringan seperti Ethereum. Namun, CZ yakin masih ada ruang untuk menurunkan biaya terutama selama periode aktivitas jaringan rendah atau harga BNB rendah.
Adapun biaya transaksi yang lebih rendah sangat penting untuk menarik pengguna, pengembang, dan bisnis baru ke dalam ekosistem blockchain.
Baca Juga
Lampaui BYD, Kapitalisasi Pasar BNB Capai Tonggak Sejarah Tembus Rp 2.154 Triliun
Let's reduce fees by another 50% on #BNB Chain? 🤷♂️ https://t.co/dtcf6QcaTD
— CZ 🔶 BNB (@cz_binance) September 23, 2025
Pemangkasan biaya yang signifikan dapat membantu:
- Menarik lebih banyak proyek DeFi dan NFT
- Mendorong transaksi mikro harian
- Meningkatkan retensi pengguna dan aktivitas jaringan
Dengan mengusulkan pemangkasan biaya sebesar 50% lagi, CZ mengirimkan pesan yang jelas bahwa BNB Chain berfokus pada adopsi jangka panjang, bukan keuntungan jangka pendek. Hal ini dapat membedakannya dari blockchain lain di mana biaya tinggi tetap menjadi hambatan untuk masuk.
CZ secara konsisten menekankan perlunya menghilangkan hambatan di Web3, dan biaya gas yang tinggi merupakan salah satu kendala terbesar bagi pengguna. Jika diterapkan, proposal ini dapat memposisikan BNB Chain sebagai pilihan utama bagi pengembang dan pengguna ritel, terutama di pasar negara berkembang di mana biaya transaksi dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu kasus penggunaan.
Potensi pemangkasan biaya ini bukan hanya peningkatan teknis melainkan dorongan strategis untuk menjaga BNB Chain tetap kompetitif di lanskap blockchain yang semakin padat.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

