Selain Emas, Kripto Juga Jadi Investasi Favorit Orang Kaya di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - HSBC melalui riset terbarunya yang bertajuk “Affluent Investor Snapshot 2025: A Quality of Life Special Report” mengungkapkan bahwa minat terhadap aset kripto naik 2 poin menjadi 8% pada tahun 2025. Laporan ini didasarkan pada survei terhadap 10.797 investor kaya di 12 negara, termasuk 547 responden dari Indonesia.
Kenaikan ini menandakan minat yang terus tumbuh meski pasar masih berfluktuasi. Aset kripto semakin menjadi primadona portofolio kelompok atas di Indonesia.
Selain kripto yang menjadi buruan kelompok kelas atas di Tanah Air, emas bahkan mencatatkan lonjakan paling besar. Emas menempati posisi teratas dalam alokasi aset 2025, yang mana minat terhadap investasi emas naik 12 poin di tahun ini menjadi 25%.
Di sisi lain, sejumlah instrumen tradisional justru menurun. Porsi saham turun 5 poin menjadi 5%, obligasi turun 3 poin menjadi 10%, sementara alokasi kas berkurang 6 poin menjadi 19%.
Lebih lanjut, pergeseran ini mencerminkan semakin banyak investor yang beralih ke aset lindung nilai dan instrumen alternatif dengan prospek pertumbuhan lebih besar. Investor Indonesia memiliki 19% asetnya dalam bentuk tunai dan berencana untuk mempertahankan atau meningkatkan proporsi ini pada tahun depan.
Secara rinci, porsi alokasi aset kripto milik kelompok kaya Indonesia masih jauh lebih besar jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, India, Australia dan juga Meksiko. Kelompok kaya di Malaysia misalnya, berdasarkan riset hanya menempatkan 6% ke kripto.
Lalu, Meksiko berada di angka 7%. Bahkan jika dibandingkan dengan Singapura, alokasi investasi kripto di Kota Singa tersebut hanya berada di angka 5%.
Meski begitu, posisi Indonesia masih berada di bawah Inggris, Uni Emirat Arab (UEA) dan Amerika Serikat (AS). Di mana, negara-negara tersebut mencatatkan persentase masing-masing sebesar 9%.

