Abaikan Peringatan IMF, El Salvador Justru Borong Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - El Salvador kembali membuat gebrakan dengan membeli 21 Bitcoin (BTC) lagi pada perayaan Hari Bitcoin yang diadakan di negara tersebut. Pembelian ini meningkatkan total kepemilikan Bitcoin (BTC) El Salvador menjadi 6.313,18 BTC, dengan nilai sekitar US$ 702 juta.
Pembelian ini dilakukan meskipun ada peringatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tidak menambah akumulasi Bitcoin (BTC) secara sukarela.
Pembelian terbaru ini tampaknya bertentangan dengan kesepakatan pinjaman US$ 1,4 miliar dengan IMF yang disepakati pada Desember tahun lalu. Melansir dari Pintu, Selasa (9/9/2025), menurut kesepakatan tersebut, IMF meminta entitas publik di El Salvador untuk menghentikan akumulasi Bitcoin (BTC) secara sukarela.
Namun, data dari Kantor Bitcoin menunjukkan bahwa El Salvador telah menambahkan sekitar 28 BTC dalam 7 hari terakhir dan lebih dari 50 BTC dalam 30 hari terakhir.
Dalam upaya meningkatkan keamanan, El Salvador telah mendistribusikan kembali kepemilikan Bitcoin (BTC) mereka ke beberapa alamat, dengan batas maksimum 500 BTC per alamat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan keamanan Cadangan Strategis Bitcoin Nasional.
Kantor Bitcoin Nasional juga menyatakan bahwa ancaman keamanan, seperti kemunculan komputasi kuantum, menjadi alasan utama redistribusi aset digital ini.
Meskipun ada kritik, seperti dari Nicolas Cary, wakil ketua Blockchain.com, yang tidak setuju dengan cara pelaksanaan program Bitcoin (BTC) di El Salvador, negara ini terus berinvestasi dalam aset digital. IMF sendiri memperkirakan pada Maret bahwa pembelian Bitcoin (BTC) oleh El Salvador telah mencapai sekitar US$ 300 juta dan telah menghasilkan lebih dari US$ 400 juta dalam keuntungan yang belum direalisasi pada harga saat ini.
Langkah berani El Salvador dalam mengadopsi Bitcoin (BTC) sebagai alat pembayaran legal bersama dengan dolar AS terus menarik perhatian dunia. Meskipun menghadapi tantangan dan kritik, negara ini tampaknya bertekad untuk terus berinvestasi dalam teknologi blockchain dan memperkuat posisinya di panggung global sebagai pelopor dalam adopsi mata uang digital.

