Presiden El Salvador Nayib Bukele Tegas Menentang Pembatasan Bitcoin Oleh IMF
JAKARTA, investortrust.id - Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan niat negaranya untuk terus melakukan akuisisi Bitcoin. Pernyataannya itu mengabaikan pembatasan yang terkait dengan perjanjian senilai US$ 3,5 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Di sisi lain, karena negara tersebut berupaya untuk meningkatkan cadangan Bitcoinnya, negara tersebut harus mematuhi batasan yang ditetapkan oleh IMF, yang bertujuan untuk membatasi berbagai aktivitas keuangan di dalam negeri.
Untuk diketahui, perjanjian IMF melarang El Salvador melakukan pembelian mata uang kripto baru. Namun pemerintahan Bukele tampaknya bertekad untuk mengejar ambisinya meskipun ada hambatan ini. Di antara ketentuan yang termasuk dalam perjanjian tersebut adalah mandat untuk pengungkapan alamat dompet mata uang kripto dan laporan keuangan yang terkait dengan transaksi.
“Mereka mengatakan semua ini akan berakhir pada bulan April. Ini akan berakhir pada bulan Juni. Mereka mengatakan semuanya berakhir pada bulan Desember. Tidak, kami tidak akan berhenti," ujar Nayib Bukele dilansir dari BH News, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga
Pasar Kripto Diselimuti Sukacita Natal hingga El Salvador Pasang Pohon Bertema Bitcoin
Sejak November 2022, pemerintah telah memperoleh satu Bitcoin setiap hari, baru-baru ini mengumpulkan total 6.101 Bitcoin. Hal ini menunjukkan komitmen yang teguh terhadap strategi mata uang kripto, meskipun ada tantangan yang ditimbulkan oleh IMF.
Selain fokusnya pada mata uang kripto, pemerintahan Bukele secara aktif berupaya melakukan investasi teknologi untuk memposisikan El Salvador sebagai pusat inovasi regional. Pemerintah terlibat dengan para pelaku utama dalam kecerdasan buatan dan mempertimbangkan insentif pajak sebagai bagian dari rencana pembangunan ekonomi yang lebih luas, yang juga bertujuan untuk meningkatkan keberagaman dalam ekonominya.
Baca Juga
Pemerintah El Salvador Beli 1 Bitcoin per Hari, Bos Indodax: Bisa Ditiru Negara Lain
El Salvador pun terus membeli Bitcoin, mencapai lebih dari 6.100 dalam cadangan. Sehingga pembatasan IMF tidak menghalangi strategi mata uang kripto pemerintah. Sebab, upaya untuk menjadi pusat inovasi teknologi sedang berlangsung, dengan potensi investasi dalam AI.
Alhasil, komitmen El Salvador untuk meningkatkan kepemilikan Bitcoin dan memajukan investasi teknologi menggarisbawahi aspirasinya untuk pertumbuhan ekonomi, meskipun ada perbedaan pendapat seputar kelayakan strateginya.

