BSDE Pede Capai Target Penjualan Rp 10 Triliun di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) optimistis dapat meraih target penjualan sebesar Rp 10 triliun di 2025, meskipun menghadapi kondisi makro ekonomi yang penuh ketidakpastian. Hingga semester I 2025, perseroan telah mencatatkan penjualan senilai Rp 5,1 triliun atau 51% dari target tahunan.
Head of Investor Relations BSDE Ricardo Arif Dharmawan mengungkapkan, pencapaian di paruh pertama 2025 masih sejalan dengan proyeksi perusahaan. Dengan realisasi penjualan yang sudah mencapai setengahnya hingga pertengahan tahun ini, tentunya masih sejalan dengan target.
“Walaupun di tengah mungkin kondisi yang secara makro yang kurang mendukung, tapi kita tetap usahakan untuk bisa meraih target yang telah ditentukan oleh manajemen di awal tahun,” ujarnya, secara daring dalam Public Expose Live 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025).
Ia merinci, dari total Rp 5,1 triliun penjualan tersebut, Rp 2,2 triliun berasal dari penjualan rumah tapak. Lalu Rp 2,26 triliun dari segmen komersial seperti ruko, apartemen, dan lainnya. Serta, Rp 629 miliar dari penjualan antar proyek. Dari sisi kinerja keuangan, BSDE membukukan pendapatan Rp 6,4 triliun dan laba bersih Rp 1,3 triliun di semester I 2025.
Baca Juga
Sementara itu, Director BSDE Hermawan Wijaya menyatakan pihaknya tetap percaya diri mengejar target hingga akhir tahun dengan strategi yang adaptif. “Kita harapkan di semester kedua 2025 kita masih tetap optimis Rp 10 triliun rupiah itu bisa kita capai dengan berbagai strategi yang ada ya meskipun dengan kondisi ekonomi makro maupun global yang sangat cepat berubahnya,” katanya.
Dukungan dari pemerintah melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), serta kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait loan to value (LTV) turut mendorong bisnis properti. Di lain sisi, strategi BSDE difokuskan pada peluncuran proyek perumahan tapak dengan pola pengembangan per klaster agar tidak menimbulkan beban inventori berlebih.
“Strategi yang kita jalankan ini dengan penuh kehati-hatian, artinya kalau melihat dari jenis proyek yang kita bangun merupakan rumah, mostly rumah tapak ya, dan itu pengembangannya adalah by staging per cluster atau per blok. Diharapkan dengan strategi tersebut kita kita tidak memiliki idle inventory yang cukup banyak yang bisa memberatkan balance sheet kita,” ucap Hermawan.

