Bahlil Bangga Lifting Minyak RI Meningkat 2 Bulan Terakhir, Pede Capai Target di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan bangga mengumumkan bahwa dalam dua bulan terakhir telah terjadi peningkatan lifting minyak nasional, yakni menjadi 600.000 barrel oil per day (BOPD).
“Lifting kita dua bulan terakhir ini sudah naik di angka 600.000 BOPD. Di November, Desember itu sudah mencapai 600.000-602.000 BOPD,” kata Bahlil dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/1/2025).
Bahlil membeberkan, sebelum dirinya dilantik menjadi Menteri ESDM pada Agustus 2024, lifting minyak nasional berada di angka 575.000-580.000 BOPD. Menurut dia, perubahan yang dibawanya ke Kementerian ESDM telah berbuah manis.
“Jadi waktu saya masuk di bulan Agustus kemudian kita melakukan beberapa perubahan, September itu kita melakukan penysuaian, itu produksi kita per hari itu kurang lebih sekitar 575.000-580.000 BOPD,” ungkap dia.
Maka dari itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut pun optimistis kalau target lifting minyak yang tercantum dalam APBN 2025, yakni sebesar 605.000 BOPD bisa tercapai.
Baca Juga
SKK Migas: Pengeboran Masif di 2025 demi Kejar Target Lifting Migas 1,6 Juta BOEPD
“Doakan saja mudah-mudahan ini menjadi angin bagus untuk kita memasuki target di 2025. Karena target APBN kita di 2025 itu sebesar 605.000 BOPD. Tapi, kami yakin ini akan tercapai,” tegas Bahlil.
Dia tidak memungkiri bahwa sebelum ini dari tahun ke tahun realisasi lifting minyak nasional tidak pernah mencapai target yang dicanangkan di dalam APBN. Termasuk di tahun 2024 kemarin, di mana target lifting minyak yang tertera di APBN adalah sebesar 635.000 BOPD.
“Lifting kita kan turun terus. Antara target APBN dengan realisasi kan hampir tidak pernah tercapai. Nah kali ini kita fokus betul untuk mendorong dan kami mengusahakan insyaallah bisa melebihi dari target APBN,” sebut mantan Menteri Investasi tersebut.
Sebagai informasi, pada 2023 capaian lifting minyak berada di angka 606.000 BOPD. Padahal, target yang tertera dalam APBN 2023 sebesar 660.000 BOPD.
Target yang tidak tercapai ini juga terjadi pada 2022, di mana realisasi lifting minyak 612.000 BOPD, sedangkan targetnya sebesar 703.000 BOPD yang tercantum dalam APBN 2022.
“Karena itu kita akan melakukan reform berbagai langkah-langkah yang saling menguntungkan antara KKKS dengan pemerintah, termasuk pembagian hasil apakah dia gross split atau cost recovery. Kita cari jalan tengahnya agar teman-teman KKKS bisa meningkatkan produksi,” ujar Bahlil.

