Saham KONI Memimpin Daftar Top Loser, Anjlok 20,78% dalam Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini turut diramaikan dengan pelemahan sejumlah saham yang masuk daftar top loser. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) memimpin pelemahan dengan anjlok 20,78% menjadi Rp 1.925 dari pekan sebelumnya Rp 2.430.
Saham lain yang turut tertekan adalah PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang melemah 20,00% ke level Rp 344, disusul PT Voksel Electric Tbk (VOKS) yang turun 19,11% menjadi Rp 254, serta PT Sumber Global Energy Tbk (IKBI) yang merosot 14,87% ke level Rp 498.
Baca Juga
Meski IHSG Naik Tipis Pekan Ini, Sejumlah Saham Dipimpin CBRE justru Terbang 86%
Penurunan signifikan juga melanda saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebesar 13,64% menjadi Rp 855, PT Kilang Minyak Teluk Penyu Tbk (KMTR) turun 12,50% ke Rp 308, serta PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) yang terkoreksi 12,50% ke Rp 280. Selain itu, saham PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) melemah 12,24% ke level Rp 129, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) turun 11,40% ke Rp 101, serta PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDIY) yang melemah 10,92% ke level Rp 1.060.
Tekanan jual di sejumlah saham ini menjadi perhatian investor seiring dinamika pasar yang masih fluktuatif, meskipun IHSG pekan ini ditutup menguat tipis. Sebaliknya saham dengan penguatan paling tinggi pekan ini dipimpin oleh PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang meroket 86,60% menjadi Rp 362 dari pekan sebelumnya Rp 194. Meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini ditutup menguat sebanyak 36,85 poin (0,47%).
Terkait penguatan indeks pekan ini didukung kenaikan mayirtas saham big cap, seperti DSSA menguat 7,06% menjadi Rp 106.200, ANTM menguat 11,51% menjadi Rp 3.390, AMMN naik 2,87% menjadi Rp 8.075, MSIN menguat 34,07% menjadi Rp 665, dan MDKA naik 6,07% menjadi Rp 2.620.
Baca Juga
Komisi Sekuritas dan Bursa AS Siapkan Aturan Baru Kripto, Longgarkan Regulasi di Bursa Wall Street
Sektor utama penopang indeks datang dari penguatan saham sektor industry, sektor konsumer primer, sektor material dasar, sektor energi, sektor kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, teknologi, dan keuangan.
Penguatan indeks juga sejalan dengan kenaikan mayoritas bursa saham Asean pekan ini tertinggi melanda indeks saham SET sebanyak 1,29%, indeks VN naik 0,84%, dan indeks Strait Times sebanyak 0,64%.

