OJK: IHSG Menguat 4,93% pada Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan kinerja industry pasar modal secara umum positif sepanjang Agustus 2025. Hal ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspektasi penguatan pasar keuangan global.
“Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Agustus 2025 berada di level 7.830, menguat 4,93% secara month-to-date atau naik 10,6% (yoy) dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.182 triliun,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) periode Agustus 2025, Kamis (4/9/2025).
Baca Juga
Dukung Program Prabowo, BI Bagi Beban Bunga SBN Bareng Pemerintah
Anggota Dewan Komisioner OJK itu juga menyebutkan bahwa IHSG sempat menyentuh titik tertinggi baru (all-time high) di level 8.022,76 dan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.377 triliun pada 28 Agustus 2025.
Dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham per Agustus 2025 dibandingkan awal tahun (year-to-date/ytd) naik 11,42% atau tercatat sebesar Rp 14,32 triliun. Capaian ini meningkat dibandingkan posisi akhir Juli 2025 yaitu Rp 13,42 triliun dan lebih baik dari rata-rata nilai transaksi tahun 2024 yaitu Rp 12,85 triliun.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Dilanda Profit Taking, Sebaliknya PTSP dan CBRE Sukses ARA
Menurut Inarno, animo investor asing pada pasar saham juga menunjukkan perbaikan bulan lalu, setelah dua bulan sebelumnya mencatatkan net sell. Tercatat inflow pada Agustus 2025 mencapai Rp 10,96 triliun, meski dibandingkan awal tahun (ytd) masih membukukan net sell sebesar Rp 50,95 triliun. “Hal ini menunjukkan kepercayaan global pada prospek ekonomi Indonesia yang semakin baik,” imbuh Inarno.
Selanjutnya pasar obligasi disebut-sebut menunjukkan penguatan dengan indeks pasar obligasi (ICBI) menguat 1,62% sepanjang Agustus 2025 (mtd) atau 8,4% (ytd) ke level 425,63. Adapun industri pengelolaan investasi pada Agustus 2025 mencatatkan asset under management (AUM) sebesar Rp 885,95 triliun atau naik 3,42% (mtd) dan naik 5,8% (ytd).

