“Fundraising” di Pasar Modal RI Tembus Rp 167,92 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal terus tumbuh. Total nilai penawaran umum hingga Agustus 2025 tembus Rp 167,92 triliun, bertambah Rp 18 triliun dari bulan sebelumnya.
Penggalangan dana di pasar modal antara lain dilakukan melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, penerbitan saham baru untuk menambah modal (rights issue), dan emisi obligasi.
“Hingga saat ini terdapat 16 emiten baru yang melakukan fundraising melalui IPO dengan nilai Rp 8,49 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK yang digelar secara daring, Kamis (4/9/2025).
Baca Juga
Menurut Inarno, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang Agustus 2025, bahkan memecahkan rekor sepanjang sejarah. Kinerja positif pasar modal domestik didukung fundamental ekonomi nasional yang solid dan ekspektasi penguatan pasar keuangan global.
“Pasar modal kita menunjukkan tren yang semakin baik. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Agustus 2025 berada di level 7.830 atau menguat 4,63% secara month to date (mtd), dan naik 10,60% dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year on year/yoy) dengan kapitalisasi pasar Rp 14.182 triliun,” ujar dia.
Dia menambahkan, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada 28 Agustus 2025 di 8.022,76, dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 14.377 triliun, meski kemudian turun lagi di bawah level psikologis 8.000.
Inarno Djajadi mengungkapkan, dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham hingga Agustus 2025 tercatat Rp 14,32 triliun selama tahun berjalan (year to date/ytd). Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Juli 2025 sebesar Rp 13,42 triliun dan lebih tinggi dari rata-rata tahun 2024 yang mencapai Rp 12,85 triliun. Sejak awal tahun, RNTH naik 11,42%.
Baca Juga
Percepat Perizinan, OJK Delegasikan Wewenang Perizinan Pasar Modal ke Daerah
Minat investor asing, menurut Inarno, menunjukkan perbaikan. Setelah dua bulan berturut-turut mencatatkan penjualan bersih (net sell), pada Agustus 2025 investor asing kembali mencatatkan inflow sebesar Rp 10,96 triliun. Namun secara ytd, masih terjadi net sell Rp 50,95 triliun. “Hal ini menunjukkan kepercayaan global pada prospek ekonomi Indonesia yang semakin baik,” tutur dia.
Bursa karbon, kata Inarno, juga menunjukkan tren positif. Terdapat delapan pengguna jasa baru yang terdaftar hingga Agustus 2025. Selain itu, volume transaksi bertambah 5.465 ton CO2 equivalent, sehingga secara kumulatif mencapai 1.604.822 ton CO2 equivalent dengan nilai transaksi Rp 78,4 miliar.

