Waspada! Inilah Deretan Peretasan Kripto Terbesar di Agustus 2025, Total Kerugian Capai Rp 2,3 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pada Agustus 2025, industri kripto kembali dikejutkan dengan serangkaian peretasan yang mengakibatkan kerugian besar. Menurut data dari firma keamanan blockchain PeckShield, kerugian akibat peretasan kripto pada bulan tersebut mencapai sekitar US$ 163 juta atau setara Rp 2,67 triliun. Ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Melansir dari Pintu, Selasa (2/9/2025), seorang pemegang Bitcoin (BTC) yang tidak diungkapkan identitasnya mengalami kerugian terbesar dengan total mencapai US$ 91,4 juta. Ini merupakan kejadian yang sangat merugikan bagi individu tersebut dan menunjukkan betapa pentingnya keamanan dalam penyimpanan aset kripto.
Di sisi lain, bursa besar dari Turki, BtcTurk, mengalami kerugian sebesar US$ 54 juta akibat peretasan. Ini adalah kali kedua mereka mengalami kebocoran keamanan dalam waktu lebih dari satu tahun, menunjukkan bahwa bahkan platform besar pun rentan terhadap serangan siber.
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, di mana total kerugian adalah US$ 142 juta, Agustus 2025 menunjukkan peningkatan kerugian sebesar 15%. Ini menandai tren yang mengkhawatirkan dalam industri kripto, di mana nilai kerugian terus meningkat dari bulan ke bulan.
Bursa kripto India, CoinDCX, mengalami kerugian terbesar pada Juli 2025 dengan total mencapai US$ 44,2 juta. Ini menunjukkan bahwa masalah keamanan adalah isu global yang mempengaruhi berbagai bursa di seluruh dunia.
Peretasan Terbesar
Salah satu peretasan terbesar yang tercatat pada tahun 2025 adalah peretasan Bybit, yang mengakibatkan kerugian sebesar U$ 1,5 miliar. Peretasan ini dilakukan oleh kelompok Lazarus pada bulan Februari dan merupakan bagian dari serangkaian peretasan besar yang terjadi di kuartal pertama tahun tersebut.
Protokol DeFi, Cetus, juga mengalami kerugian besar sebesar US$ 223 juta pada Mei 2025. Ini merupakan pukulan besar bagi sektor DeFi yang sedang berkembang, menunjukkan bahwa teknologi keuangan baru ini masih sangat rentan terhadap serangan siber.
Kerugian yang terus meningkat dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama dalam industri kripto. Pelajaran dari peretasan-peretasan ini harus dijadikan sebagai dasar untuk meningkatkan standar keamanan dan melindungi aset para pengguna.

