Perluas Layanan hingga Kota Tier 3, Ecocare (HYGN) Ekspansi Jadi 28 Cabang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), emiten penyedia jasa higienitas dan pengendalian hama, memperluas jaringan operasional menjadi 28 cabang representatif di seluruh Indonesia pada 2025. Jumlah ini bertambah empat cabang dibandingkan tahun lalu.
Direktur Utama PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), Wincent Yunanda mengatakan strategi ekspansi dilakukan untuk memperkuat penetrasi pasar, terutama di kota lapisan kedua (second tier city) dan lapisan ketiga (third tier city). Menurutnya, permintaan jasa higienitas di daerah berkembang masih tinggi, terutama dari sektor industri dan komersial.
“Kami selalu mencari peluang kolaborasi strategis dengan lini bisnis yang sudah dimiliki. Saat ini sudah ada satu vertikal baru yang mendekati realisasi, dan segera kami integrasikan ke dalam platform,” ujar Wincent dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga
Tumbuh 23,4%, Emiten Pengendali Hama (HYGN) Cetak Rekor Laba Tertinggi 2023
HYGN menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%–22% pada 2025, dengan laba bersih diproyeksikan naik 15%–20% dibanding tahun sebelumnya. Fokus utama masih diarahkan pada penguatan basis pelanggan di kota besar dan kota lapisan kedua serta ketiga.
Selain ekspansi domestik, perseroan juga mulai menyiapkan rencana untuk masuk ke pasar Asia Tenggara, dengan fokus pada kota-kota utama di India, Vietnam, dan Taiwan. “Sebelum menjangkau kawasan lain, kami akan memprioritaskan ekspansi ke Asia Tenggara. Hal ini akan memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan daya saing,” kata Wincent.
Untuk mendukung strategi pertumbuhan, HYGN mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 20 miliar naik 30–40% dibanding tahun sebelumnya. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan produk baru, adopsi teknologi digital, serta pembelian kendaraan listrik.
Dia menambahkan bahwa perseroan berkomitmen memperkuat program digitalisasi hingga 2026. Beberapa sistem internal akan ditingkatkan, termasuk platform layanan berbasis aplikasi yang mendukung efisiensi operasional. “Kami ingin semua produk dan layanan bergerak menuju digitalisasi agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar,” kata Indra.
Prospek 2026
Perseroan menegaskan strategi 2026 akan fokus pada penguatan margin laba. Saat ini margin laba bersih HYGN masih di kisaran 6%, dan manajemen menargetkan kenaikan menuju level dua digit dalam dua hingga tiga tahun mendatang. “Dengan ekspansi cabang, digitalisasi, dan diversifikasi layanan, kami optimistis profitabilitas bisa terus meningkat,” ujar Wincent.
RUUPS juga menetapkan penggunaan laba bersih 2024 yang tercatat Rp 18,63 miliar, sebesar Rp 6,06 miliar atau 32,5% dari laba dibagikan sebagai dividen tahunan kepada pemegang saham. Divide tersebut setara Rp 2,40 per saham. Sisanya, sebesar Rp 12,57 miliar, dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat modal dan mendukung strategi ekspansi jangka panjang.
Baca Juga
HYGN mencatat kinerja solid sepanjang semester I 2025. Perseroan berhasil mengantongi laba bersih Rp 6,02 miliar, tumbuh 13% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,34 miliar. Pertumbuhan kinerja didukung peningkatan pendapatan di seluruh lini usaha utama. Pada semester I 2025, pendapatan usaha tercatat Rp 172,40 miliar, meningkat 18,12% dari Rp 145,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, jasa kebersihan dan sanitasi mencatatkan lonjakan paling agresif dengan pertumbuhan 30% menjadi Rp 64,96 miliar. Lini jasa pengendalian hama juga melonjak 48% menjadi Rp 21,92 miliar, sementara layanan higienitas ecoCare naik 5% menjadi Rp 85,53 miliar.

