Mandiri Sekuritas Buka Peluang Revisi Naik Target IHSG Tahun Ini Usai Cetak ARA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Mandiri Sekuritas memandang lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke rekor baru 8.022 pada perdagangan intraday, Kamis, (28/8/2025), merupakan buah dari kebijakan moneter yang semakin kondusif. Lompatan tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik target IHSG tahun ini.
Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer menjelaskan, kebijakan kondusif tersebut dapat dilihat dari penurunan imbal hasil instrumen pendapatan tetap sebagai faktor utama yang mendorong investor beralih ke pasar saham.
Baca Juga
Meski IHSG Sentuh ATH 8.022, Investor Asing justru Net Sell Rp 278,62 Miliar
“Faktor yang menjadi pendorong utamanya dari sisi kebijakan moneter yang sudah sangat kondusif. Kebijakan ini memicu investor mengalihkan investasi ke sejumlah instrument pasar modal, apakah masuk ke instrumen fixed income, instrumen saham, instrumen money market,” kata Joezer menjawab pertanyaan investortrust.id dalam acara Economic Outlook Q3 2025 yang digelar secara daring Kamis, (28/8/2025).
Joezer menjelaskan, government bond yield tenor 10 tahun kini sekitar 6,3% dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sekitar 5,0% membuat saham dengan dividend yield mendekati 6% menjadi lebih atraktif.
Tak hanya itu, kata Joezer, lompatan IHSG ke level tertinggi baru ditopang fenomena passive inflow dari rebalancing indeks. “Ada fenomena pasif inflow dari sisi index rebalancing yang memang favorit Indonesia dari sisi inclusion saham baru dan juga weighting beberapa yang di-adjust upwards,” ucap dia.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Tidak Ada yang Tak Bisa Diganti di Indonesia, Termasuk Presiden
Meski demikian, Joezer menilai keberlanjutan tren kenaikan IHSG masih bergantung pada sejumlah variabel, terutama kebijakan fiskal dan ketersediaan likuiditas. “Kalau misalkan opsi SRBI ini terus berlanjut size-nya bisa turun atau mungkin kebijakan fiskalnya sangat ekspansif, saya melihat room untuk improvement masih ada,” jelasnya.
Mandiri Sekuritas sendiri tengah melakukan revisi target IHSG tahun 2025 dari yang sebelumnya level 7.650. “Kebetulan kami sedang melakukan tinjauan kembali karena fenomena baru seperti risk to rate saat ini jauh di bawah asumsi sebelumnya. Jadi upside ada, tapi sangat bergantung seberapa cepat kebijakan kondusif itu bisa translate terhadap risk to rate,” imbuhnya.

