IHSG Ditutup Melesat 0,38%, Tujuh Saham ARA Dipimpin MITI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/8/2025), ditutup melesat sebanyak 30,42 poin (0,38%) menjadi 7.936. Rentang pergerakan 7.894-7.945 dengan nilai transaksi Rp 17,67 triliun.
Penopang utama kenaikan indeks datang dari penguatan pesat saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 10,42% menjadi Rp 9.800. Sedangkan sektor saham penyumbang adalah sektor industri menguat 2,34%, material dasar naik 2,13%, properti 2,15%, infrastruktur 1,16%, dan transportasi 0,44%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, keuangan, serta konsumer non primer.
Baca Juga
Astra International (ASII) Optimistis Kinerja Semester II Dipertahankan
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, sejumlah saham berikut cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik 34,74% menjadi Rp 256, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik 33,96% menjadi Rp 71, dan saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) juga nyaris ARA dengan kenaikan 34,31% menjadi Rp 184.
ARA juga melanda saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) naik 25% menjadi Rp 410, PT Pradiksi Gunatama TBk (PGUN) melesat 24,92% menjadi Rp 1.980, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebanyak 24,84% menjadi Rp 1.005, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat 24,80% menjadi Rp 1.560.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham JECC dengan pelemahan 14,91% menjadi Rp 1.370, RELI melemah 9,32% menjadi Rp 730, DEFI turun 9,40% menjadi Rp 530, LAPD turun 9,09% menjadi Rp 90, FITT turun 8,29% menjadi Rp 332, dan KRYA melemah 7,69% menjadi Rp 216.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 21,15 poin (0,27%) menjadi 7.905, meski demikian investor asing justru membukukan pembelian bersih (net buy) saham jumbo mencapai Rp 2,37 triliun, terbesar AMMN Rp 2,29 triliun, CUAN Rp 708,72 miliar, dan MDKA Rp 433,72 miliar.
Baca Juga
Kembangkan Specialty Chemicals & Lubricants, Lautan Luas (LTLS) akan Gandeng Pertamina Lubricants
Penurunan tersebut pelemahan saham sektor material dasar 1,43%, sektor properti melemah 1,38%, sektor konsumer pimer turun 0,69%, sekto konsumer non pimer turun 0,61%, dan sektor infrastruktur melemah 0,48%. Sebaliknya pengautan melanda saham sektor energi, industi, kesehatan, dan teknologi.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti DFAM naik 34,38% menjadi Rp 86, JARR naik 24,77% menjadi Rp 1.335, dan OASA naik 24,27% menjadi Rp 256.

