Ketua AMII Sayangkan Literasi Finansial Masyarakat Indonesia Masih Rendah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Afifa, mengapresiasi jumlah investor di Indonesia saat ini sudah mencapai 11 juta orang. Namun, ia juga menyayangkan karena literasi finansial masyarakat Indonesia masih rendah.
Afifa memaparkan total asset under management (AUM) reksa dana Indonesia tahun 2023 sebesar Rp 825 triliun. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan AUM sejumlah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Hal ini lantas disayangkan oleh Afifa, mengingat produk domestik bruto (PDB) Indonesia lebih besar ketimbang negara tersebut. Apalagi Indonesia punya bonus demografi, dan jumlah middle class di negara ini mencapai 54 juta orang.
Baca Juga
Sinarmas AM Ungkap Sentimen Positif Pertumbuhan Reksa Dana 2024
“Middle class Indonesia 54 juta orang. Itu 20% dari jumlah populasi kita. Dan tentunya di middle class ini punya kebutuhan investasi. Dan itu bisa kita bantu dengan solusi di reksa dana. Jadi potensinya masih besar. Tapi memang PR-nya itu di literasi,” kata Afifa dalam acara Investortrust-InfoVesta Best Mutual Fund Awards 2024 di Jakarta, Rabu, (27/3/2024).
Chief Executive Officer Investortrust, Primus Dorimulu (kanan) memberikan cinderamata kepada Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia, Afifa (tengah) disaksikan oleh Direktur Infovesta Utama Parto Suwito (kiri) pada acara Investortrust-InfoVesta Best Mutual Fund Awards 2024 di Jakarta, Rabu, (27/3/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Bahkan, Afifa menilai di kalangan para investor pun masih banyak yang minim literasi finansial. Ia menyebut para investor tersebut hanya sekadar menginvestasikan uangnya, tapi belum bisa mengoptimalkannya.
Maka dari itu, Afifa berharap hadirnya manajer investasi (MI) bisa membantu masyarakat dalam berinvestasi dan mengelola keuangan mereka. Ia pun meyakini outlook pertumbuhan AUM reksa dana ke depan masih luar biasa. Apalagi manajer investasi kini diperkenankan untuk mengelola Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Baca Juga
Henan Putihrai AM Bidik AUM Rp 10 Triliun di 2024, Simak Strateginya!
“Jadi MI memberikan solusi tidak hanya wealth, tapi juga retirement plan. Itu luar biasa. Jadi total solusi yang akan diberikan oleh MI tentunya efeknya baru terasa di 2025, 2026. Meskipun tidak mudah juga karena masalah di pensiun ini juga sama. Orang Indonesia belum melek pensiun,” ujar dia
.

