Laut Biru Buang 21,28% Saham WIR Asia (WIRG) hingga Status Pengendali Hilang
JAKARTA, investortrust.id – PT Laut Biru Teknologi agresif mengurangi kepemilikan saham di PT WIR Asia Tbk (WIRG). Laut Biru Teknologi yang juga pernah tercatat sebagai pengendali ini telah melepas sebanyak 21,28% sepanjang year to date (ytd) yang dilakukan secara bertahap.
Corsec WIRG Ira Yunita mengatakan, Laut Biru Teknologi kembali melepas sebanyak 437,59 juta dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham pada 21 Agustus 2025, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 87,51 miliar. Meski Laut Biru secara bertahap mengurangi kepemilikan, saham WIRG terpantau justru menguat lebih dari 163% menjadi Rp 224 sepanjang ytd.
Baca Juga
Restrukturisasi Pemegang Saham Tuntas, Saham WIRG Disebut bisa Menuju Rp 150
Aksi tersebut menjadikan total saham yang dikuasainya berkurang sebanyak 3,665%. “Penjualan ini bertujuan sebagai divestasi dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/8/2025).
Bulan lalu, Laut Biru Teknologi juga telah mengurangi kepemilikan dengan melepas sebanyak 4,49% atau 836,74 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 124, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 66,56 miliar.
Berdasarkan data, sebanyak 21,28% saham WIRG telah dilepas Laut Biru Teknologi sepanjang year to date (ytd). Aksi ini menjadikan total saham WIRG yang digenggamnya tersisa 4,49%, dibandingkan awal tahun 2024 sebanyak 25,77% saham.
Hingga semester I-2025, WIR Asia (WIRG) membukukan pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan mencapai 39% kepada pemilik entitas induk dari Rp 32,33 miliar menjadi Rp 44,96 miliar pada semester I-2024.
Baca Juga
Digital Banking Awards 2025 Jadi Barometer Kematangan Transformasi Digital
Manajemen WIRG dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 1,24 triliun menjadi Rp 1,27 triliun. Laba kotor perseroan juga meningkat tipis dari Rp 152,04 miliar menjadi Rp 153,89 miliar.
WIRG juga berhasil memangkas total beban usaha dari Rp 82,80 miliar menjadi Rp 72,14 miliar. Alhasil laba usaha perseroan meningkat dari Rp 69,23 miliar menjadi Rp 81,75 miliar. Total aset turun dari Rp 1,12 triliun emnjadi Rp 1,09 triliun. Liabilitis juga turun dari Rp 411,49 miliar menjadi Rp 318,08 miliar.

