Usai Saham Melesat hingga Disuspensi, Cakra Buana (CBRE) Umumkan Aksi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMMETD) atau rights issue. Dana yang terhimpun akan digunakan untuk pembayaran utang kepada pihak ketiga dan penambahan armada.
Sedangkan transaksi saham CBRE saat ini masih dihentikan sementara atau suspense sejak 11 Agustus 2025. Suspensi dipicu lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir. Data Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa saham ini telah melambung lebih dari 79% menjadi Rp 122 dalam sebulan terakhir sebelum suspense.
Baca Juga
Manajemen CBRE dalam pengumuman resminya di BEI, Selasa (19/8/2025), menyebutkan bahwa CBRE mengusulkan penerbitan sebanyak 48 miliar saham baru. Aksi korporasi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada 25 September 2025.
Manajemen CBRE menyebutkan bahwa aksi ini juga bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan mengundang banyak investor untuk berpartisipasi dalam menginvestasikan modalnya di perseroan. Hal inid iharapkan memberika nilai tambah bagi pemegang saham ke depan.
CBRE adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan moda laut dalam negeri & luar negeri dengan area operasi armada kapal di perairan Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali & Nusa Tenggara. Saat ini Perusahaan memiliki armada berupa kapal tunda (Tugboats) dan kapal tongkang (Barge), dan sejak awal tahun telah menerima mother vessel.
Baca Juga
Citi Indonesia Prediksi Pemangkasan The Fed dan BI Tiga Kali di 2025
Terkait dengan kinerja keuangan emiten yang teraffiliasi dengan Happy Hapsoro ini mengalami penurunan menjadi Rp 29,08 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 31,97 miliar. Sebaliknya laba usaha justru melambung dari Rp 2,69 miliar menjadi Rp 7,86 miliar.
Kenaikan laba usaha tersebut didukung atas penurunan beban pokok pendapatan serta beban umum dan administrasi. Perbaikan tersebut membuat CBRE berbalik menjadi laba bersih tahun berjalan Rp 900,05 juta pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan rugi bersih Rp 3,81 miliar.

