IHSG Akan Uji ‘Resistance’ di 8.010 Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan menguji level resistance pada 8.010 pekan ini. Namun investor diingatkan untuk mewaspadai sejumlah sentimen berikut ini.
“Untuk sepekan ke depan, kami perkirakan rawan terkoreksi dahulu, yang kami perkirakan koreksi sehat setelah selama sepekan ini bergerak menguat,” jelas Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investortrust, Senin (18/8/2025).
Adapun level support IHSG diperkirakan berada pada titik 7.630 dan resistance bisa mencapai kisaran 8.010.
Herditya mengingatkan, agar investor mewaspadai akan adanya aksi profit taking setelah IHSG bergerak menguat signifikan selama sepekan dan menyentuh level 8,000 sebagai area psikologisnya.
“Investor juga akan mencermati rilis suku bunga China dan BI Rate,” sambung pria yang akrab disapa Didit tersebut.
Baca Juga
Sentimen lain yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pekan ini adalah perkembangan konflik Rusia-Ukraina, yang juga akan dicermati investor. Ada pula pergerakan harga komoditas dunia dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang patut dicermati pelaku pasar.
Dalam rentang perdagangan pekan ini, MNC Sekuritas menginformasikan sejumlah saham yang layak dicermati, seperti WIRG dengan target harga Rp 200-214, INKP yang ditargetkan menuju harga Rp 8.400-8.750, dan TUGU yang diprediksi akan menyentuh harga Rp 1.000-1.050.
Menutup akhir pekan lalu, IHSG mendarat pada level 7.898,38, berbalik turun 32,87 poin atau 0,41% dari hari sebelumnya. Namun IHSG sempat menyentuh rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) di level 8.017 pada intraday sesi I Jumat (15/8/2025).
Sektor penekan indeks datang dari saham sektor infrastruktur 2,20%, energi turun 1,09%, sektor konsumer non primer 0,67%, sektor material dasar 0,87%, sektor property 0,62%, dan sektor keuangan 0,26%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 1,96% dan sektor kesehatan 0,71%.

