Pendapatan Tumbuh Kuat, Leyand (LAPD) Optimistis Mulai Cetak Laba Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Leyand International Tbk (LAPD) berhasil meraup peningkatan pendapatan menjadi Rp 138,5 miliar pada semester I-2025. Raihan tersebut setara dengan 59,1% dari target pendapatan tahun ini dengan total Rp 234 miliar. Lompatan tersebut memperkuat keyakinan manajemen terhadap laba bersih tahun ini.
Dalam rilis keuangan perseroan, pendapatan semester I-2025 tersebut melesat 48,6% dari periode semester I-2024 yang sebesar Rp 93,2 miliar. Meski demikian, LAPD masih mencatatkan rugi bersih senilai Rp 3,61 miliar atau terjadi penurunan dari rugi bersih periode berjalan semester I-2024 senilai Rp 4,35 miliar.
Direktur Utama Leyand, Bambang Rahardja Burhan, mengatakan, meski masih membukukan kerugian, perbaikan signifikan dalam hal penjualan dan efisiensi operasional menunjukkan prospek yang positif. Hal ini memperkuat keyakinan terhadap perbaikan kinerja LAPD ke depan.
Baca Juga
Private Placement 10% Saham, MNC Digital (MSIN) Bisa Kantongi Dana Segar Segini
“Pencapaian hingga semester I-2025 mencerminkan posisi perseroan dalam jalur perbaikan dengan target mulai mencatatkan laba bersih tahun ini," kata Bambang melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis, (7/8/2025)
Saat ini, Bambang menjelaskan, perseroan tengah memproses berbagai strategi guna memperbaiki profitabilitas. Salah satunya, dengan memperkuat posisi permodalan.
Hingga akhir Juni 2025, posisi ekuitas LAPD mencapai Rp 24,7 miliar atau mengalami perubahan dari posisi akhir 2024 Rp 28,34 miliar. Perubahan itu juga turut diimbangi dengan penurunan liabilitas dari Rp 196,7 miliar menjadi Rp 188,8 miliar. Alhasil, total aset Leyand International per akhir Juni 2025 menjadi Rp 213,6 miliar. "Penguatan permodalan itu sekaligus untuk merealisasikan pembangunan gudang baru yang kami harapkan bisa rampung pada awal tahun 2026," ujar Bambang.
Baca Juga
MSCI Rombak Daftar Agustus 2025, Saham DSSA, CUAN, dan PTRO Resmi Masuk
Terkait pembangunan gudang baru tersebut, dia menjelaskan, upaya itu merupakan bagian untuk mendukung kebutuhan operasional yang meningkat. Sebagai bagian dari rencana itu, lahan yang terletak di sebelah gudang utama seluas 2.800 meter persegi akan dimanfaatkan untuk pembangunan area tambahan gedung.
Perseroan juga dalam proses pembelanjaan barang modal. Dalam hal ini, proses yang dimaksud adalah menambah armada/kendaraan baru sebagai penunjang distribusi. "Kami harapkan berbagai upaya itu pada akhirnya bisa memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui profitabilitas yang stabil," tutup Bambang.

