Usai Sahamnya Melambung Lebih dari 140%, Rockfields (ROCK) Ungkap Target Kenaikan Penjualan Tahun Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten properti, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), menargetkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 12% hingga akhir tahun 2025. Target ini mempertimbangkan optimisme perusahaan terhadap prospek sektor properti nasional.
"Kita mematok target pertumbuhan pendapatan sebanyak 12% tahun ini. Tahun lalu, pertumbuhan perseroan mencapai 11%," ujar Presiden Komisaris dan Komisaris Independen ROCK, Faisal Rachman, saat menjawab pertanyaan investortrust.id dalam paparan publik secara daring, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga
Mendag Budi Pede Tarif Trump 19% Bakal Dongkrak Ekspor Indonesia ke AS
Faisal menilai, sektor properti saat ini tengah berada pada titik balik untuk pulih setelah melewati tekanan dalam beberapa tahun terakhir. "Kami menganggap saat ini merupakan momentum untuk pengembangan. Kami melihat penurunan sektor properti yang dalam, paling tidak dimulai sejak tahun 2020 hingga awal 2025 ini sudah mencapai titik terendah dan saatnya rebound," jelasnya.
Lebih lanjut, Faisal menyebutkan, sikap optimistis perusahaan didorong oleh perubahan kebijakan pemerintah yang berdampak positif terhadap sektor properti, sehingga sektor properti terdorong oleh tren konsumsi di Indonesia.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pertumbuhan hunian yang dialami perusahaan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. "Kami mengapresiasi pertumbuhan hunian yang kami alami. Ini tidak terlepas dari upaya Presiden Prabowo Subianto yang telah membukukan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik. Dampaknya terasa langsung bagi kami, di mana banyak perusahaan baru datang ke Indonesia dan menjadikan gedung kami sebagai tempat mereka berusaha," bebernya.
Baca Juga
Saham Emiten Properti Menjanjikan, Pilihan Teratas CTRA dan SSIA
Dari sisi kinerja keuangan, ROCK membukukan laba bersih senilai Rp 11,5 miliar hingga kuartal II-2025. Angka ini turun 38%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 18,4 miliar. Sementara itu, pendapatan perusahaan pada kuartal II-2025 tercatat sebesar Rp 67,1 miliar atau meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 60,0 miliar.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ROCK telah melesat sebanyak 141% menjadi Rp 550 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham ROCK sempat disuspensi lebih dari satu hari bursa hingga akhirnya ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK).

