Laba Bersih Melesat 69,5% di Semester I-2025, Saham HRTA Direvisi Naik ke Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 69,5% year-on-year (YoY) menjadi Rp 348,5 miliar pada semester I-2025. Realisasi tersebut melampaui estimasi analis dan konsensus pasar. Capaian positif ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP), efisiensi biaya, serta sinergi strategis dengan perbankan emas (bullion bank) yang mulai membuahkan hasil.
Pertumbuhan pesat laba tersebut juga sejalan dengan kenaikan pendapatan HRTA sepanjang Januari–Juni 2025 sebanyak 82,6% YoY menjadi Rp 15,1 triliun, ditopang oleh volume penjualan emas batangan sebanyak 8,1 ton dan pertumbuhan ASP sebesar 53,1% YoY menjadi Rp 1,7 juta per gram. Laba bersih kuartal II-2025 saja tercatat sebesar Rp 198,8 miliar atau melesat 93,1% YoY.
Baca Juga
Ada 'Bullion Bank', Hartadinata Abadi (HRTA) Yakin Pasar Domestik Masih Sangat Besar untuk Dikuasai
Analis MNC Sekuritas Raka Junico W dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kinerja cemerlang HRTA tidak lepas dari kontribusi besar mitra bullion bank. PT Pegadaian Galeri Dua Empat yang menjadi bullion bank pertama di Indonesia dengan kontribusi Rp 6 triliun atau sekitar 40% dari total pendapatan HRTA. Selain itu, kolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melalui produk "BSI Gold" turut memperkuat distribusi dan jasa penitipan emas HRTA melalui anak usaha PT Gadai Cahaya Dana Abadi (GCDA).
Pertumbuhan kinerja keuangan secara tidak langsung terdorong sentimen global yang berujung terhadap kenaikan ASP harga emas, yaitu kebijakan baru dari otoritas asuransi Tiongkok yang mewajibkan alokasi minimal 1% aset ke emas fisik yang berimbas terhadap kenaikan emas oleh institusi. Jika kebijakan serupa diterapkan di Indonesia, potensi aliran dana ke emas bisa mencapai Rp 166 triliun.
Baca Juga
Laba Bersih Hartadinata (HRTA) Semester I-2025, Naik Hampir 70%
Seiring proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed pada kuartal IV-2025 dan potensi penguatan harga emas global ke level US$ 3.700/toz, HRTA diperkirakan akan terus mencetak pertumbuhan berkelanjutan. Diproyeksikan laba bersih HRTA melesat menjadi Rp 674,8 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 442,2 miliar. Kemudian labanya diharapkan meningkat menjadi Rp 833,9 miliar pada 2026.
Sejalan dengan realisasi laba lampaui ekspektasi dan peluang berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan mendorong MNC Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HRTA dengan harga direvisi naik menjadi Rp 900 per saham. Target tersebut merefleksikan revisi naik proyeksi laba HRTA tahun 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 14,1% dan 13,3%.

