IHSG Dibuka Menguat 0,20%, Penguatan Terdorong Sektor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/8/2025), dibuka naik 14,73 poin (0,20%) 7.552. Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham dengan pendorong utama saham big cap. Namun memasuki menit kelima setelah transaksi, IHSG berbalik melemah.
Sektor saham yang berhasil cetak penguatan, yaitu saham sektor property, kesehatan, infrastruktur, industry, dan kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, teknologi, dan konsumer primer.
Baca Juga
Raup Laba Rp 507 Miliar di Semester I-2025, Mr DIY (MDIY) Sukses Jaga Profitabilitas
Di tengah pergerakan harga tersebut, saham PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) melesat 24,89% menjadi Rp 2.860, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 25% menjadi Rp 1.000, dan PT Super Energy Tbk (SURE) naik 20,31% menjadi Rp 3.850. Sebaliknya penurunan melanda saham BRMMS, FUTR, dan KUAS.
Sepanjang pekan lalu, IHSG catatkan penurunan tipis 5,73 poin (0,08%) menjadi 7.537, meski demikian indeks sempat mencapai rekor tertinggi intraday dalam sembilan bulan terakhir level 7.680. Penurunan indeks pekan ini dipicu atas koreksi saham big bank.
Data BEI menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipicu atas penurunan sebanyak 348 saham. Sisanya sebanyak 213 saham ditutup stagnan dan hanya 395 saham yang berhasil menguat. Bahkan, sebanyak 218 saham mencatatkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Sedangkan sektor penyumbang terbesar terhadap penurunan indeks tersebut datang dari saham emiten keuangan 4,70% serta kejatuhan saham sektor transportasi dan logistic 1,44%. Sektor lainnya justru berhasil cetak penguatan ditopang sektor teknologi dengan kenaikan 4,99% dan sektor konsumer primer.
Lima saham penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG pekan ini datang dari saham SMMA dengan penurunan sebanyak 32,27% menjadi Rp 15.375, BBRI turun 3,61% menjadi Rp 3.740, BMRI melemah 3,41% menjadi Rp 4.530, BBCA melemah 1,78% menjadi Rp 8.300, dan BYAN terkoreksi sebanyak menjadi Rp 18.600.

