Meski IHSG Naik Tipis Pekan Ini, 8 Saham Dipimpin BUVA justru Terbang lebih dari 50%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 8 saham berhasil torehkan penguatan lebih dari 50% pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. Saham dengan kenaikan tertinggi dicatatkan saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro, suami Ketua DPR Puan Maharani.
Data BEI mengungkap saham emiten Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), berhasil cetak kenaikan 95,49% menjadi Rp 260 hingga terkena suspense saham. Disusul saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) naik 87,30% menjadi Rp 118, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 74,39% menjadi Rp 715, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menguat 65,12% menjadi Rp 426.
Baca Juga
IHSG Sepekan: Turun Tipis hinggga Investor Asing Obral Saham BBCA dan BMRI
Penguatan mengesankan selanjutnya dibukukan saham PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) sebanyak 58,33% menjadi Rp 95, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) naik 57,14% menjadi Rp 99, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 55,74% menjadi Rp 1.425, dan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) naik 54,55% menjadi Rp 85.
Kenaikan sejumlah saham tersebut jauh melampau kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) catatkan penurunan tipis 5,73 poin (0,08%) menjadi 7.537 dalam sepekan ini, meski demikian indeks sempat mencapai rekor tertinggi dalam Sembilan bulan terakhir level 7.680. Penurunan indeks pekan ini dipicu atas koreksi saham big bank.
Data BEI menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipicu atas penurunan sebanyak 348 saham. Sisanya sebanyak 213 saham ditutup stagnan dan hanya 395 saham yang berhasil menguat. Bahkan, sebanyak 218 saham mencatatkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Wall Street Ambles Dipicu Data Tenaga Kerja AS dan Tarif Trump, Dow Anjlok Hampir 550 Poin
Sedangkan sektor penekan utama indeks datang dari saham emiten keuangan 4,70% serta kejatuhan saham sektor transportasi dan logistic 1,44%. Sektor lainnya justru berhasil cetak penguatan ditopang sektor teknologi dengan kenaikan 4,99% dan sektor konsumer primer.
Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,34 triliun sepanjang pekan ini. Nilai penjualan tersebut lebih besar, dibandingkan pekan sebelumnya dengan net sell hanya Rp 134,79 miliar. Berlanjutnya net sell tersebut menjadikan total penjualan bersih saham di BEI sepanjang year to date (ytd) meningkat menjadi Rp 61,98 triliun.
Dibandingkan dengan bursa saham ASEAN, penurunan IHSG BEI sebanyak 0,08% tertolong rendah. Indeks Strait Times Singapura melemah sebanyak 2,52% pekan ini, indeks VN Vietnam turun sebanyak 1,87%, PSEi Indeks Filipina melemah 1,67%. Sedangkan satu-satunya bursa saham dengan penguatan adalah Thailand sebanyak 0,10%. Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan mayorita indeks saham di Asia Pasifik.

