Laba Sarana Mitra Luas (SMIL) Naik 37,28%, Ini Penopangnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 50,35 miliar pada semester I-2025, naik 37,28% (yoy) dari periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung kenaikan pendapatan bersih sebesar 18,04% (yoy) menjadi Rp 210,25 miliar sampai Juni 2025.
Berdasarkan laporan keuangan SMIL yang tidak diaudit, kenaikan ditopang pertumbuhan pendapatan sewa forklift sebanyak 14,22% (yoy). Segmen ini menjadi penyumbang utama kinerja keuangan Sarana Mitra Luas. Kemudian, ada pendapatan baru dari penjualan forklift sebesar Rp 6,81 miliar yang tidak ada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Astra Otoparts (AUTO) Pertahankan Kenaikan Pendapatan Jadi Segini di Semester I
Manajemen mengungkapkan, efisiensi operasional turut menjadi kunci keberhasilan yang ditunjukkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 4,23%(yoy) menjadi Rp 114,31 miliar. Kombinasi dari peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya ini menghasilkan lonjakan laba bruto hingga 63,3% (yoy), mencapai Rp 95,94 miliar untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025.
Laporan keuangan Sarana Mitra Luas juga menunjukkan pengelolaan beban yang efektif. Beban penjualan mengalami penurunan tipis 7,53% (yoy) jadi Rp 1,39 miliar dari Rp 1,5 miliar, sementara beban umum dan administrasi hanya meningkat moderat 0,66% (yoy) menjadi Rp 22,34 miliar.
Salah satu sorotan penting adalah pembalikan signifikan pada pos penghasilan usaha lain-lain neto. Manajemen berhasil mengubah pencatatan beban sebesar Rp 639,54 juta pada Juni 2024, menjadi penghasilan neto sebesar Rp 3,59 miliar pada Juni 2025.
Baca Juga
Pefindo Kembali Berikan Peringkat idAA untuk Obligasi Sarana Mitra Luas (SMIL)
Dengan pengelolaan tersebut, laba usaha perusahaan meroket 120,33% menjadi Rp 75,78 miliar pada semester pertama tahun ini. Peningkatan menunjukkan kinerja operasional inti perusahaan yang sangat kuat. Namun beban pajak penghasilan neto SMIL meningkat 193,17%, seiring dengan peningkatan laba sebelum pajak. Sementara, laba per saham dasar SMIL meningkat 37,23% (yoy) menjadi Rp 5,75.
Pada arus kas, SMIL mencatat kas neto dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 21,27 miliar pada Juni 2025. Angka ini merupakan pembalikan drastis sebesar 175,91% dari periode sama tahun sebelumnya yang mencatat penggunaan kas neto sebesar Rp 28,02 miliar untuk aktivitas pendanaan. Dengan begitu, kas dan bank akhir periode perusahaan masih menunjukkan peningkatan 32,05%, mencapai Rp 96,22 miliar pada 30 Juni 2025.

