Pefindo Kembali Berikan Peringkat idAA untuk Obligasi Sarana Mitra Luas (SMIL)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- yang berarti stabil, untuk general obligation (GO) dan idAA (cg) untuk Obligasi PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) 2024. Hal ini menandai kinerja positif dalam aspek kredit dan pembiayaan bagi perusahaan.
Pefindo menyebut bahwa peringkat perusahaan mencerminkan posisi pasar SMIL yang kuat dalam bisnis penyewaan forklift, margin laba kuat, dan profil keuangan yang kuat.
“Tetapi dibatasi oleh eksposur terhadap periode penagihan yang panjang dan persaingan ketat di industri,” sambung Pefindo dalam ikhtisar peringkat yang dikutip pada Selasa (8/7/2025).
Periode dari peringkat yang sudah diberikan tersebut adalah dari 3 Juli 2025 sampai 1 Juli 2026.
Pefindo juga menerangkan bahwa peringkat dapat dinaikkan jika SMIL secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang kuat, dengan tetap mempertahankan profil keuangan kuat pula.
“Di sisi lain, peringkat dapat diturunkan, jika kinerja operasional melemah atau jika perusahaan menambah utang lebih tinggi dari ekspektasi untuk membiayai belanja modal tanpa kompensasi oleh prospek bisnis yang lebih kuat,” tulis Pefindo, dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Baca Juga
Sarana Mitra Luas (SMIL) Umumkan Rencana Buyback Saham dan Jadwal Pembagian Dividen
Pada saat yang sama, Pefindo juga menegaskan peringkat idAAA (cg) untuk Obligasi I SMIL Tahun 2024 yang dijamin sepenuhnya oleh Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF) terhadap pembayaran pokok dan bunga pada saat jatuh tempo.
Peringkat instrumen didasarkan pada jaminan penuh, tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan dari CGIF berdasarkan perjanjian dan kekuatan finansial CGIF yang superior. CGIF merupakan lembaga penjamin kredit dengan kekuatan finansial tingkat tertinggi yakni idAAA atau stabil.
“Peringkat instrumen dapat diturunkan apabila peringkat penjamin diturunkan atau terdapat pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang mengakibatkan berakhirnya penjaminan,” tambah Pefindo.
Obligasi yang diterbitkan SMIL pada 2024 menjadi tonggak penting dalam strategi pendanaan jangka panjang perusahaan. Dengan jaminan dari CGIF, risiko investasi bagi pemegang obligasi diminimalkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek SMIL di masa depan.
Didirikan pada 2006, SMIL bergerak dalam bisnis penyewaan forklift dengan jaringan lima bengkel utama yang semuanya berlokasi di Cikarang. Hingga 31 Maret 2025, struktur kepemilikan saham SMIL terdiri dari Hadi Suhermin (50,1%), Lucia Irawaty Lie (24%), Winston Suhermin (8%), dan publik sebesar 17,9%.
Sedangkan CGIF sebagai penjamin, didirikan pada November 2010 sebagai bagian dari Asian Bond Market Initiative (ABMI) oleh negara-negara ASEAN+3 (Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan) bersama Asian Development Bank (ADB). Dengan jaminan dari institusi sekelas CGIF, Obligasi SMIL memiliki posisi yang sangat solid di pasar modal Indonesia.
Perusahaan ini mempromosikan perkembangan ekonomi dan stabilitas keuangan melalui perkembangan pasar obligasi domestik di kawasan ASEAN. Mandat ini diberikan oleh negara anggota yang terdiri dari negara-negara dalam ASEAN + 3 negara, China, Jepang, Korea, serta Asian Development Bank (ADB).

