Begini Target Harga Saham BNI (BBNI) di Tengah Raihan Laba di Bawah Target Semester I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), meskipun laba bersih bank pelat merah ini mengalami penrunan sebanyak 6% dari Rp 10,09 triliun menjadi Rp 10,69 triliun per semester I-2025.
BBNI sebelumnya mengumumkan kenaikan pendapatan bunga sebanyak 4% dari Rp 32,17 triliun menjadi Rp 33,61 triliun. Sebaliknya PPOP turun dari Rp 16,44 triliun menjadi Rp 16,15 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit sebanyka 7% dan NIM tergerus dari 4% menjadi Rp 3,8%.
Baca Juga
Kredit BNI (BBNI) Tumbuh 7,1% Jadi Rp 778,7 Triliun di Paruh Pertama 2025
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, pelemahan laba BBNI semester I dipicu oleh peningkatan beban provisi (+28% yoy atau +33% qoq) serta tekanan marjin akibat kenaikan biaya dana. Beban bunga meningkat seiring kenaikan cost of credit menjadi 1,0% dari 0,9%. Selain itu, pemulihan kredit yang tertunda juga membebani kinerja laba perseroan.
Hal ini menjadikan laba bersih BBNI semester I-2025 turun sebanyak 6% menjadi Rp 10,8 triliun. “Capaian ini hanya mencakup 48% dari target full-year konsensus dan 46% dari estimasi internal analis,” tulis riset Sucor Sekuritas yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Meski tekanan laba terlihat pada paruh pertama 2025, manajemen BBNI tetap optimistis terhadap pemulihan pada semester II, seiring peningkatan penyaluran kredit dan perbaikan likuiditas sistem keuangan. Perusahaan mempertahankan proyeksi pertumbuhan laba tahunan sebesar 8–10%, didukung stimulus fiskal dan kondisi likuiditas yang kuat (LDR di 86% per Juni 2025).
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.200. Saham tersebut mempertimbangkan peluang laba BBNI untuk 2025–2026 sebesar Rp 21,1 triliun dan proyek dividen yield tetap menarik di kisaran 8% dengan potensi dukungan dari valuasi yang masih atraktif dengan PBV 1,0x.
Baca Juga
Banyak Indikator Tak Sesuai Harapan, Target Kinerja Keuangan dan Saham BNI (BBNI) Dipangkas
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta kemarin memilih untuk merevisi turun target harga saham BBNI dari Rp 5.100 menjadi Rp 4.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut mempertimbangkan kinerja keuangan semester I-2025 di bawah target.
Revisi turun target harga tersebut juga mempertimbangkan keputusan untuk memangkas turun target kinerja keuangan BBNI tahun ini. BRI Danareksa Sekurtias merevisi turun target laba bersih tahun ini dari semula Rp 22,02 triliun menjadi Rp 20,36 triliun. NIM juga direvisi turun dari semula 4,1% menjadi 3,9%.

