Banyak Indikator Tak Sesuai Harapan, Target Kinerja Keuangan dan Saham BNI (BBNI) Dipangkas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dipangkas dari Rp 5.700 menjadi Rp 5.200 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Pemangkasan tersebut merefleksikan penurunan laba perseroan hingga Mei 2025 dan pemangkasan target kinerja keuangan tahun ini.
BBNI mencatat penurunan laba hingga Mei 2025 sebanyak 1% menjadi Rp 8,5 triliun tertekan oleh kenaikan biaya dana, biaya operasional yang lebih tinggi (+6% yoy), dan peningkatan provisi (+2% yoy). Sebaliknya kenaikan PPOP maupun NII relatif datar 3% menjadi Rp 15,7 triliun dan stagnan Rp 13 triliun.
Baca Juga
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis menagtakan, perseroan juga menunjukkan pertumbuhan kredit yang moderat sebesar 7% bersamaan dengan penurunan NIM yang terus berlanjut menjadi 3,9% (-14bps yoy / -26bps YTD). Biaya kredit terus meningkat mencapai 0,9% hingga Mei 2025, sejalan dengan panduan tahunan bank sekitar 1,0%.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit yang lanjutkan pelemahan hingga Mei 2025 atau makin jauh di bawah target manajemen sekitar 8 – 10%. Pertumbuhan dana pihak ketiga juga lemah hanya naik 1% yoy dan YTD, sementara dana murah (CASA) tumbuh moderat 2,5% yoy dan 2,7% YTD.
“Dengan likuiditas tetap ketat (LDR di 95%) dan risiko kredit meningkat akibat lemahnya permintaan dari konsumen dan dunia usaha, kami memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan tahun ini akan jauh di bawah panduan manajemen. Oleh karena itu, kKami merevisi estimasi pertumbuhan kredit perseroan tahun ini menjadi 5%, dibandingkan estimasi semula 9%,” terangnya dalam riset terbaru tersebut.
Melihat rendahnya penyaluran kredit dan tekanan margin yang berkelanjutan, Sucor Sekuritas memilih merevisi turun target kinerja keuangan BBNI tahun ini. Proyeksi laba bersih bersih mencapai direvisi turun menjadi Rp 21,1 triliun dan menjadi Rp 22,5 triliun pada 2026. Target ini mengasumsikan pertumbuhan kredit diturunkan menjadi 5% dan NIM terkoreksi akibat tekanan biaya dana yang berkelanjutan.
Baca Juga
Laba BNI (BBNI) Capai Rp 5,4 Triliun di Kuartal I, Kredit Tembus Rp 765,47 Triliun
Revisi turun target kinerja keuangan tersebut mendorong Sucor Sekuritas memangkas turun target harga saham BBNI dari semula Rp 5.700 menjadi Rp 5.200. Target ini juga mencerminkan prospek laba jangka pendek yang melambat, dipengaruhi oleh pengetatan likuiditas dan lemahnya momentum kredit.
Target harga tersebut mengimplikasikan valuasi 1,1x PB 2025–2026F, berdasarkan biaya ekuitas 15%m dan ROE normal sebesar 16%. Pada valuasi PB forward 0,8x (-1,2 standar deviasi dari rata-rata 10 tahunnya), valuasi saham BBNI saat ini masih menarik. Potensi imbal hasil dividen hingga 8% juga memberikan dukungan terhadap risiko penurunan harga saham.

