Selain Ethereum, Ini 2 Kripto yang Bagus untuk Jangka Panjang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar mata uang kripto telah menunjukkan historis bahwa investor awal bisa menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Meskipun imbal hasil mega seperti beberapa tahun sebelumnya tidak selalu terjadi, kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL) masih memiliki potensi melebihi aset tradisional seperti saham, obligasi, dan properti.
Lantas, mengapa kedua aset digital itu patut dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang dalam dunia kripto, tentunya selain Ethereum (ETH)? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Baca Juga
Adopsi Bitcoin Korporasi Kian Pesat, 35 Perusahaan Publik Kini Pegang Lebih dari 1.000 BTC
● Bitcoin (BTC): Kripto Ikonik dan Perlindungan Nilai
Bitcoin (BTC) adalah mata uang kripto pertama yang dikenal di seluruh dunia dan hampir selalu menjadi pintu masuk bagi investor baru. Melansir dari Pintu, Senin (28/7/2025), brand recognition-nya memberi nilai tambah tersendiri karena sebagian besar kripto tidak memiliki nilai intrinsik dari pendapatan atau pengembangan.
Perlahan-lahan, institusi besar mulai menerima Bitcoin, memberikan dorongan kepercayaan jangka panjang. Tren ini terus menguat seiring semakin banyak dana pensiun, hedge fund, dan korporasi yang memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka.
Dalam setahun terakhir harga Bitcoin naik sekitar 75 %, menunjukkan sentimen bullish yang kuat di pasar kripto. Dukungan kebijakan pemerintah AS turut memperkuat momentum ini, seperti pengesahan Genius Act pada 18 Juli oleh Presiden Trump yang menciptakan kerangka regulasi untuk stablecoin pegged ke dolar AS.
Regulasi ini bisa membuka jalan aset berbasis blockchain memasuki pasar mainstream dan secara tidak langsung memperkuat legitimasi Bitcoin. Jika keuangan AS semakin melemah, termasuk melemahnya nilai dolar AS, Bitcoin dapat menjadi safe haven digital yang nilainya meningkat relatif terhadap mata uang fiat.
● Solana (SOL): Performa Tinggi dan Pendapatan Staking
Berbeda dengan Bitcoin yang memperoleh nilai dari kepercayaan, Solana (SOL) membangun reputasinya lewat performa teknis dan fungsionalitas unggul. Diluncurkan pada Maret 2020, Solana mempelajari kelemahan jaringan sebelumnya untuk menciptakan blockchain yang lebih cepat dan scalable.
Dengan sistem verifikasi Proof of History (PoH), Solana mampu memproses hingga 65.000 transaksi per detik, menjadikannya platform ideal untuk dApps. Aktivitas tinggi di Solana membangkitkan permintaan SOL sebagai token utilitas untuk membayar biaya transaksi.
Tertarik memiliki sumber pendapatan pasif? Solana menawarkan fitur staking di mana pengguna bisa mengunci token SOL mereka sementara untuk membantu validasi transaksi di jaringan.
Stakers mendapatkan token baru sebagai reward, mirip dengan bunga deposito bank. Proses ini tidak hanya meningkatkan keamanan jaringan, tetapi juga memberikan penghasilan pasif bagi pemegang SOL. Dengan volume transaksi dan pengguna aplikasi terdesentralisasi meningkat, kebutuhan untuk staking SOL pun semakin besar.

