Laba Atribusi Jasa Marga (JSMR) Semester I 2025 Turun, Pemicunya Ini
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan laba inti sebesar 7,1% secara year on year (yoy) atau tembus hingga Rp 1,9 triliun sepanjang Semester I 2025. Namun demikian laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 2,34 triliun menjadi Rp 1,87 triliun.
Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan penurunan JSMR perseroan dari Rp 13,07 triliun menjadi Rp 12,94 triliun. Laba bruto juga turun dari Rp 5,37 triliun menjadi Rp 5,61 triliun. Sebaliknya laba usaha naik dari Rp 4,51 triliun menjadi Rp 4,79 triliun.
Baca Juga
RUPST Jasa Marga (JSMR) Perbesar Rasio Pembagian Dividen, Segini Nilainya per Lembar Saham
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyampaikan, peningkatan laba inti didorong oleh kenaikan EBITDA serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 20,4% (yoy). Penurunan biaya keuangan ini merupakan dampak dari aksi korporasi equity financing pada PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada kuartal IV 2024.
"Sepanjang Januari–Juni 2025, pendapatan usaha Jasa Marga tercatat sebesar Rp 9,5 triliun atau tumbuh 4,1% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan tol sebesar Rp 8,8 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 696 miliar. EBITDA perseroan juga bertumbuh 4,1% (yoy) menjadi Rp 6,4 triliun, dengan EBITDA Margin sebesar 67,3%," kata Rivan dalam keterangan resmi, dikutip Senin (28/7/2025).
Rivan menambahkan, volume transaksi kendaraan di seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group telah mencapai 637,3 juta kendaraan, tumbuh 0,1% dari Semester I 2024. "Adapun lalu lintas harian rata-rata (LHR) di ruas-ruas tol Jasa Marga tercatat sebesar 3,5 juta kendaraan," tambah dia.
Baca Juga
Saat ini, kata Rivan, Jasa Marga masih menjadi market leader di industri jalan tol dengan total panjang ruas tol yang dioperasikan 1.286 kilometer (km), atau 43% dari total jalan tol beroperasi nasional. "Total konsesi jalan tol yang kami kelola saat ini mencapai 1.736 kilometer," ungkap dia.
Dari sisi pengembangan infrastruktur, hingga akhir Juni 2025, progres pembangunan sejumlah ruas tol strategis terus berjalan. Di antaranya, Ruas Probolinggo–Banyuwangi segmen Gending–Kraksaan (89,88%), Kraksaan–Paiton (97,03%), dan Paiton–Besuki (75,66%).
"Sementara Jalan Tol Yogyakarta–Bawen segmen Ambarawa–Bawen sekitar 75,26%, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo segmen Klaten–Purwomartani (87,56%), Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan segmen Bojongmangu–Sadang (92,88%), serta Jalan Tol Akses Patimban dengan progres pembebasan lahan sebesar 84,44%," jelas Rivan.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Diskon Tarif Tol 20% selama Libur Sekolah, Ini Daftar Ruasnya
Melalui anak perusahaan PT Jasamarga Related Business (JMRB), Jasa Marga juga mengembangkan Travoy Hub—area komersial yang terintegrasi dengan rest area bertema Toll Corridor Development (TCD). "Hingga semester I 2025, progres pembangunan tahap kedua dan ketiga Travoy Hub telah mencapai 98,3% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini," papar Rivan.
"Kami tetap optimistis terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2025 dengan fokus menjaga pertumbuhan volume kendaraan, melakukan penyesuaian tarif tol sesuai rencana bisnis, dan mendorong peningkatan pendapatan dari lini usaha lainnya," tutup Rivan.

