IHSG Sesi I Melesat 1,36%, 4 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (28/7/2025), ditutup melesat 102,9 poin (1,36%) menjadi 7.646,40. Pergerakan indeks dalam rentang 7.543-7.658 dengan nilai transaksi Rp 6,84 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 2,90%, infrastruktur naik 2,39%, energi naik 1,36%, sektor material dasar 1,59%, sektor konsumer primer 1,41%, dan sektor konsumer primer 1,41%. Sebaliknya penurunan saham sektor kesehatan 0,17%.
Baca Juga
Hartadinata (HRTA) Raih Perpanjangan Waktu untuk Fasilitas Kredit Rp 2,7 Triliun
Di tengah penguatan indeks sejumlah saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) sebanyak 24,86% menjadi Rp 1.155, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menguat 24,71% menjadi Rp 1.085, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik 24,59% menjadi Rp 1.140.
ARA juga melanda saham PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) sebanyak 19,93% menjadi Rp 27.225. Meski tidak ARA, saham emiten portofolio Happy Hapsoro ini, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUCA) mencatatkan kenaikan sebanyak 21,05% menjadi Rp 161.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham berikut, yaitu PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) naik 13,74% menjadi Rp 113, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) turun 6,88% menjadi Rp 298, PT Hillcon Tbk (HILL) melemah 6,35% menjadi Rp 236, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 5,61% menjadi Rp 2.690, dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) melemah 5,56% menjadi Rp 85.
Baca Juga
Usai Laba Semester I Melesat, AKR Corporindo (AKRA) Putuskan Dividen Interim Rp 989,98 Miliar
Pekan lalu, IHSG ditutp melesat sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50. Kenaikan tersebut didukung penguatan pusat saham-saham big cap, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.
Pemodal asing terungkap masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham pekan ini mencapai Rp 134,79 miliar, meskipun indeks mencatatkan lompatan pesat. Hanya saja nilai mengalami penurunan drastic dari torehan pekan sebelumnya dengan net sell sebanyak Rp 1,63 triliun. Berdasarkan data penyumbang terbesar net sell saham pekan ini, yaitu saham BBCA sebanyak Rp 802,40 miliar, BMRI mencapai Rp 567,57 miliar, ANTM sebanyak Rp 210,48 miliar, SSIA senilai Rp 179,06 miliar, dan NSSS mencapai Rp 175,24 miliar.

